DIALEKSIS.COM | Tapaktuan - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik setelah 18 siswa di Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, diduga mengalami keracunan makanan pada Kamis (26/2/2026) malam. Peristiwa ini pun ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pertama terkait MBG di daerah tersebut.
Para siswa yang terdampak berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA. Mereka dilarikan ke UPTD Puskesmas Ujung Padang Rasian setelah mengalami gejala serupa, seperti sakit perut hebat, mual, dan muntah.
Dari total 18 siswa, sebanyak 14 orang harus menjalani perawatan inap, sementara empat lainnya diperbolehkan pulang dengan status rawat jalan setelah kondisi dinilai stabil.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh media dialeksis.com, Menu yang dikonsumsi para siswa diketahui berasal dari distribusi MBG yang dikelola Yayasan Ruang Kito Basamo melalui SPPG Gampong Ujung Padang Asahan.
Paket makanan tersebut terdiri dari bakso, mi goreng, susu, roti, telur ayam, telur itik asin, serta minuman es kacang.
“Selesai makan bakso, tidak lama kemudian perut terasa sakit dan muntah-muntah,” ujar ISNA Fitria (16), salah satu siswa.
Orang tua siswa pun mengaku syok atas kejadian tersebut. Masrida (40), warga Pasie Rasian, mengatakan awalnya ia tidak mengetahui penyebab anaknya jatuh sakit.
Namun setelah tiba di puskesmas, ia mendapati pasien lain mengalami keluhan yang sama dan ternyata mengonsumsi menu MBG dari sumber yang sama.
“Kami baru sadar setelah sampai di sini. Ternyata semuanya makan makanan yang sama. Untuk sementara, saya memilih menolak dulu MBG karena trauma,” tuturnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Faizah Abbas, bersama jajaran bidang kesehatan masyarakat dan pihak puskesmas, turun langsung meninjau kondisi para siswa.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, gejala muncul tak lama setelah para siswa mengonsumsi mi, bakso, dan es kacang.
Secara medis, korban didiagnosis mengalami observasi vomitur atau muntah hebat serta urtikaria, yakni reaksi alergi yang ditandai bentol kemerahan dan rasa gatal.
Kombinasi gejala tersebut mengarah pada dugaan keracunan makanan atau reaksi alergi akut.
“Kasus ini kami tetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Ini merupakan yang pertama di Aceh Selatan terkait dugaan keracunan MBG,” kata Faizah.
Dinas Kesehatan juga melakukan inspeksi ke dapur produksi SPPG di Gampong Ujung Padang Asahan. Dari peninjauan awal, fasilitas tersebut disebut belum memiliki Sertifikat Layak Higienis dan Sanitasi (SLHS).
Petugas telah mengambil sampel makanan dan bahan baku untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Kepala SPPG Ujung Padang Asahan, Isfulriza Yanda, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian itu dan menyatakan siap melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kami mohon maaf kepada para orang tua dan siswa. Jika ditemukan kelalaian, tentu akan menjadi bahan evaluasi serius bagi kami. Saat ini kami menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Hingga Jumat siang, kondisi para siswa dilaporkan berangsur membaik, meski sebagian masih dalam pemantauan intensif. [nh]