Senin, 15 Juni 2026
Beranda / Berita / Aceh / Jemaah Haji Aceh Tiba Malam Ini, Air Zam-Zam Sudah Dibagikan ke Daerah

Jemaah Haji Aceh Tiba Malam Ini, Air Zam-Zam Sudah Dibagikan ke Daerah

Senin, 15 Juni 2026 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Ketua PPIH Embarkasi Banda Aceh, Arijal dalam konferensi pers kepulangan jemaah haji Aceh di Asrama Haji Banda Aceh. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh memastikan kepulangan jemaah haji Aceh dari Tanah Suci akan dimulai pada Senin (15/6/2026) malam. Kloter pertama jemaah dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, sekitar pukul 20.00 WIB.

Ketua PPIH Embarkasi Banda Aceh, Arijal, mengatakan seluruh mekanisme penyambutan dan pemulangan jemaah telah dipersiapkan secara matang, mulai dari proses kedatangan di bandara, pemeriksaan administrasi dan kesehatan, hingga distribusi air zam-zam yang telah lebih dahulu disalurkan ke kabupaten/kota asal jemaah.

“Tentunya kita berharap mekanisme yang akan kita lakukan pada saat pemulangan ini kita sesuaikan dengan jadwal landing yang sudah dikeluarkan oleh daerah-daerah, dan kita sudah sampaikan ini ke seluruh petugas,” ujar Arijal dalam konferensi pers kepulangan jemaah haji Aceh di Asrama Haji Banda Aceh.

Menurut Arijal, setibanya di Bandara Sultan Iskandar Muda, jemaah akan mengikuti alur kedatangan yang telah disiapkan bersama pihak maskapai Garuda Indonesia serta instansi terkait. 

Dalam proses tersebut, petugas imigrasi, bea cukai, dan kesehatan akan melakukan pemeriksaan melalui sistem barcode untuk memastikan kelancaran proses kedatangan.

Ia menjelaskan, sistem tersebut juga akan mendeteksi barang bawaan jemaah, terutama jika terdapat barang yang diperjualbelikan atau melebihi ketentuan yang berlaku. Karena itu, jemaah maupun keluarga diminta untuk berkoordinasi dengan petugas bea cukai yang telah disiagakan di area pengambilan bagasi.

“Dari barcode itu nanti akan terdeteksi kalau ada saudara-saudara kita yang membawa barang yang diperjualbelikan. Itu diminta kepada keluarga dan jemaah untuk lapor ke bea cukai yang kita sediakan di bagasi,” kata Arijal.

Selain pemeriksaan barang bawaan, tim kesehatan juga akan melakukan pemantauan terhadap kondisi para jemaah. Mereka yang membutuhkan penanganan medis atau rujukan akan langsung diidentifikasi dan mendapatkan layanan sesuai prosedur yang berlaku.

Setelah seluruh proses di bandara selesai, jemaah akan diarahkan menuju bus yang telah disediakan untuk diberangkatkan ke Asrama Haji Banda Aceh. Rombongan akan keluar melalui pintu VVIP Pemerintah Aceh dan mendapatkan pengawalan dari Satuan Lalu Lintas Kepolisian hingga tiba di lokasi.

Arijal mengingatkan masyarakat bahwa kedatangan sejumlah kloter dalam rentang waktu yang berdekatan berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas di beberapa ruas jalan yang dilalui rombongan jemaah. Karena itu, ia berharap pengguna jalan dapat memahami situasi tersebut dan turut mendukung kelancaran proses pemulangan.

Sesampainya di Asrama Haji Banda Aceh, para jemaah akan diarahkan masuk ke aula utama dan menempati kursi sesuai nomor yang telah ditentukan. Selanjutnya, petugas akan membagikan paspor dan koper milik masing-masing jemaah sebelum mereka kembali ke daerah asal.

“Setelah masuk ke dalam ruang aula, jemaah dipersilakan duduk sesuai urut nomor seat yang disediakan. Barang-barangnya nanti akan dicek oleh penerima yang ada di dalam, setelah itu akan dibagikan paspor, kemudian dibagikan koper masing-masing,” jelasnya.

PPIH juga mengatur ketat proses penjemputan untuk menghindari penumpukan kendaraan di kawasan Asrama Haji. Bus penjemput dari kabupaten/kota hanya diperbolehkan masuk setelah seluruh bus pengangkut jemaah dari bandara meninggalkan area.

Sementara itu, terkait pembagian air zam-zam, Arijal memastikan seluruh jatah jemaah Aceh telah lebih dulu didistribusikan ke masing-masing kabupaten/kota. Dengan demikian, jemaah tidak perlu lagi mengambil air zam-zam di Asrama Haji saat tiba dari Tanah Suci.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pemulangan dan mengurangi kepadatan di lokasi embarkasi. Khusus bagi jemaah asal Aceh Besar, distribusi air zam-zam dilakukan melalui mekanisme tersendiri mengingat lokasi kantor terkait berdekatan dengan Asrama Haji.

“Kami berharap semua jemaah bisa mendapatkan layanan yang memudahkan, sehingga kesan yang diperoleh adalah rasa aman dan nyaman,” tutup Arijal. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI