Beranda / Berita / Aceh / Herman RN, Satu-satunya Juri Wakili USK Debat Tingkat Nasional

Herman RN, Satu-satunya Juri Wakili USK Debat Tingkat Nasional

Minggu, 26 September 2021 22:20 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Auliana Rizki

Herman RN, Dosen FKIP Universitas Syiah Kuala. [Foto: Ist.]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Universitas Syiah Kuala (USK) dipercayakan jadi juri Debat Tingkat Nasional dan satu-satunya mewakili USK adalah Herman RN, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK sekaligus Ketua Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) Provinsi Aceh.

Herman RN jadi juri Kompetisi Debat Bahasa Indonesia Tingkat Nasional yang diselengggarakan oleh Forum Komunikasi FKIP Se-Indonesia yang berlangsung pada 25-26 September 2021.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Universitas Riau sekaligus juga tuan rumah pada lomba ini. Adapun cabang lomba pada kegiatan ini yaitu teaching contest, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), media pembelajaran, dan kompetisi Debat Bahasa Indonesia.

Selain Herman, kegiatan ini melibatkan beberapa juri lainnya. 6 juri perwakilan Perguruan Tinggi Forum Komunikasi FKIP Se-Indonesia ditambah 5 juri dari praktisi. jadi total juri nasional ada 11 orang. Herman menjadi juri pada babak semifiminal dan final.

"USK dipercayakan jadi juri debat dan satu-satunya juri mewakili USK, tentu saja ini pengalaman penting bagi USK," ucap Herman saat diwawancarai Dialeksis.com, Minggu (26/9/2021).

Ia juga menyampaikan meskipun kompetisi Debat Bahasa Indonesia, sistem debatnya menggunakan parlementer bahasa Inggris atau British Parlementer (BP).

"Ini kali pertama FKIP USK dipercayakan sebagai juri nasional, ini merupakan amnanah yang penting," tambahnya.

Ia mengatakan integritas dan profesionalitas sangat diutamakan karena peserta boleh bilang tidak puas dengan hasil juri sehingga juri yang tidak memuaskan tersebut akan dicatat oleh panitia. Dampaknya nanti juri tersebut tidak akan dilibatkan dalam babak final.

"Saya berharap delegasi FKIP bisa belajar lagi agar ke depan bisa tampil lebih maksimal. Sejauh ini mereka sudah hebat, namun perlu memupuk teknis berdebat sebagai sebuah kompetisi," pungkasnya. [AU]

Keyword:


Editor :
Indri

gabung 1
Komentar Anda