DIALEKSIS.COM | Meureudu - Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mengambil peran aktif dalam pengabdian kepada masyarakat dengan menerjunkan 50 mahasiswa melalui program mahasiswa Berdampak pemulihan bencana ke Desa Blang Awe, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Program ini difokuskan pada pemulihan permasalahan kesehatan masyarakat pascabencana sekaligus memperkuat pemberdayaan warga di wilayah terdampak.
Pelepasan mahasiswa Berdampak pemulihan bencana dilaksanakan di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Minggu (1/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Tim Pelaksana, dr. Hendra Kurniawan, M.Sc., Sp.P(K), pimpinan Fakultas Kedokteran USK, serta orang tua mahasiswa yang turut memberikan dukungan.
Secara resmi, mahasiswa dilepas oleh Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa mahasiswa Berdampak bukan sekadar program akademik, melainkan wujud nyata kepedulian USK dalam membantu pemulihan kesehatan masyarakat Aceh pascabencana.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu belajar langsung dari permasalahan riil di lapangan sekaligus memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ketua Tim Pelaksana, dr. Hendra Kurniawan, M.Sc., Sp.P(K), menjelaskan bahwa selama berada di Desa Blang Awe, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan kesehatan masyarakat. Program tersebut meliputi edukasi kesehatan, peningkatan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pendampingan masyarakat, serta identifikasi permasalahan kesehatan yang muncul sebagai dampak bencana.
Ia juga berharap para mahasiswa dapat berinteraksi secara aktif dengan masyarakat, menjunjung tinggi etika, serta menjaga nama baik Universitas Syiah Kuala selama menjalankan tugas pengabdian.
Pelepasan mahasiswa Berdampak ini disaksikan langsung oleh para orang tua yang menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan. Melalui program ini, USK berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Blang Awe, khususnya dalam upaya pemulihan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. [*]