DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Museum Aceh mencatat lonjakan signifikan jumlah pengunjung sepanjang April 2026. Berdasarkan data aplikasi e-ticket per Kamis (30/4/2026) sore, total kunjungan mencapai 4.721 orang.
Jumlah tersebut terdiri atas 2.985 anak-anak, 1.454 pengunjung dewasa, serta 282 wisatawan mancanegara. Angka ini meningkat tajam dibandingkan Maret 2026 yang hanya mencatat 1.241 pengunjung.
Secara bulanan, terjadi kenaikan sebanyak 3.480 orang atau melonjak 280,4 persen (month-to-month). Sementara itu, dibandingkan April 2025 yang mencatat 4.040 pengunjung, terjadi pertumbuhan 681 orang atau naik 16,9 persen secara tahunan (year-on-year).
Kepala Seksi Koleksi dan Bimbingan Edukasi Museum Aceh, Nurhasanah, mengatakan lonjakan ini dipicu oleh beberapa faktor, terutama momentum pasca ujian tengah semester (UTS) di kalangan pelajar.
“Program edukasi berbasis pengalaman atau experiential learning yang kami kembangkan juga menjadi daya tarik bagi sekolah-sekolah di Aceh,” ujarnya, yang dilansir pada Sabtu (2/5/2026).
Ia menambahkan, peningkatan jumlah wisatawan asing menunjukkan bahwa strategi promosi digital mulai memberikan hasil. “Kami terus memperkuat konten multibahasa di media sosial dan situs resmi agar lebih mudah diakses oleh wisatawan mancanegara,” tambahnya.
Dari sisi komposisi, pengunjung anak-anak mendominasi dengan porsi 63,2 persen, diikuti dewasa 30,8 persen, dan wisatawan asing 6 persen. Kondisi ini menegaskan posisi Museum Aceh sebagai destinasi edukasi unggulan bagi pelajar dan keluarga.
Ke depan, Museum Aceh menargetkan jumlah kunjungan bulanan tetap berada di atas 4.000 orang. Untuk mencapainya, pengelola menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari kolaborasi dengan instansi pemerintah dan swasta, penguatan kemitraan sektor pariwisata, hingga pengembangan pameran temporer bertema sejarah dan budaya Aceh.
Museum juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman berkunjung, agar tetap relevan, edukatif, serta menarik bagi berbagai kalangan. [*]