Rabu, 23 September 2026
Beranda / Berita / Aceh / Cegah Perundungan Berulang, Pegiat Pendidikan Minta Sekolah Perkuat Pengawasan

Cegah Perundungan Berulang, Pegiat Pendidikan Minta Sekolah Perkuat Pengawasan

Rabu, 23 September 2026 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Pegiat pendidikan Aceh, Tabrani Yunis. [Foto: dokpri/potretonline.com]


DIALEKSIS.COM | ‎Banda Aceh - Pegiat pendidikan Aceh, Tabrani Yunis, angkat bicara terkait dugaan aksi pengeroyokan atau perundungan yang dilakukan sejumlah siswa SMA Negeri 3 Banda Aceh terhadap adik kelasnya. 

‎Kepada Dialeksis, Selasa (22/9/2026), Tabrani mengaku prihatin dan menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Menurutnya, peristiwa tersebut tidak seharusnya terjadi di lingkungan sekolah yang peserta didiknya merupakan siswa pilihan yang telah melalui proses seleksi ketat.

‎“Ini harus menjadi yang terakhir dan tidak boleh terulang lagi. Kasus ini harus ditindaklanjuti secara bijak dan tegas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” kata Tabrani Yunis.

‎Ia menilai pihak sekolah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aturan maupun kesepakatan yang melibatkan siswa, orang tua, guru, dan sekolah. Evaluasi tersebut penting untuk memastikan adanya komitmen bersama dalam mencegah terjadinya tindakan perundungan.

‎‎Menurut Tabrani, apabila belum terdapat kesepakatan bersama terkait pencegahan perundungan, maka sekolah perlu segera menyusun konsensus yang disetujui seluruh pihak, termasuk memuat sanksi bagi pelaku bullying, baik yang terjadi di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

‎‎“Kesepakatan itu harus dihormati dan dijalankan secara konsisten sebagai langkah antisipasi. Sekolah juga perlu melakukan mitigasi dengan melibatkan orang tua agar pengawasan terhadap siswa lebih optimal,” ujarnya.

‎‎Selain itu, ia menekankan pentingnya penerapan aturan secara adil tanpa pandang bulu. Dengan demikian, setiap pelanggaran dapat ditangani secara objektif dan memberikan efek jera bagi pelaku.

‎‎Tabrani juga meminta pihak sekolah meningkatkan sistem pengawasan atau patroli di lingkungan sekolah, baik saat proses belajar mengajar berlangsung maupun pada waktu istirahat. 

‎‎"Langkah ini penting untuk mendeteksi dan mencegah potensi tindakan kekerasan maupun perundungan sejak dini," kata Tabrani Yunis.

‎‎Tidak hanya itu, ia juga menyarankan agar seluruh aturan dan kesepakatan terkait pencegahan perundungan terus disosialisasikan kepada siswa. 

‎‎"Salah satunya melalui penyampaian secara rutin setiap upacara bendera pada hari Senin sebagai upaya membangun kesadaran dan mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang," pungkas Tabrani Yunis.

‎‎Seperti yang telah diberitakan Dialeksis, Kasus ini mencuat setelah orang tua korban mengunggah kondisi anaknya melalui Instagram @alya.collections yang disitat Dialeksis, Selasa, 22 September 2026.

‎‎Dalam unggahannya, orang tua korban menyampaikan keberatan atas kejadian yang menimpa anaknya dan memperlihatkan kondisi korban setelah dugaan kekerasan tersebut. [arn]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI