Jum`at, 19 Juni 2026
Beranda / Berita / Aceh / Bupati dan Peci WWF Serius Benahi Konflik Gajah

Bupati dan Peci WWF Serius Benahi Konflik Gajah

Jum`at, 19 Juni 2026 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Baga
Bupati Aceh Tengah membahas persoalan konflik gajah dengan PECI-WWF di salah satu caffe. (foto/Dok)

DIALEKSIS.COM| Bireun- Konflik gajah dengan masyarakat sering terjadi. Di Aceh Tengah ada kawasan perkampungan yang rawan konflik gajah dengan masyarakat, diantara Kampung Karang Ampar, Bintang Pepara dan Kekuyang di Kecamatan Ketol.

Karena ini menyangkut kenyamanan masyarakat dan konversi gajah, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga di sela menerima laporan hasil pemeriksaan BPK, dia menyempat diri membahas persoalan gajah dengan PECI-WWF.

Dalam pertemuan di salah satu caffe di Biruen, Haili bertemu dengan CEO Peusangan Elephant Conservation Initiative World Wide Fund for Nature (PECI-WWF), Aditya Bayu Nanda. Dalam pertemuan itu selain membahas wilayah konservasi gajah, juga membicarakan agenda kehadiran Menteri Kehutanan ke Aceh Tengah.

Aditya menyebutkan, direncanakan pada Bulan Juli Bapak Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, akan mengunjungi Aceh yang salah satu agendanya untuk meninjau argoforestri yang sudah dikerjakan tim WWF.

"Salah satu agenda kami mengunjungi Aceh Tengah saat ini adalah memastikan lokasi untuk perencanaan kunjungan Bapak Menteri Kehutanan yang salah satu agendanya untuk meninjau argoforestri yang sudah dikerjakan tim WWF pada Bulan Juli mendatang," ungkap Aditya.

Meneurut Aditya, pada tahun sebelumnya argoforestri atau wanatani ( adalah sistem pengelolaan lahan berkelanjutan yang memadukan kegiatan pertanian atau peternakan dengan tanaman kehutanan (pepohonan) di lahan yang sama. 

Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan secara ekonomis sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Pada tahun lalu pihaknya focus di desaang Ampar. Tahun ini ditambah dua kampung yaitu Kampung Bintang Pepara dan Kampung Kekuyang .

Sebelumnya juga, pihak PECI-WWF juga sudah bertemu Kepala Bappeda Aceh Tengah membahas sinkronisasi konservasi dengan Tahura yang mungkin akan dapat dijalankan bersama. Rencana konservasi gajah sebanyak 80% direncanakan dilakukan di Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah dan sekitar 20% hingga 15% itu dilaksanakan di Kabupaten Bener Meriah.

Dalam pertemuan itu Bupati Haili Yoga menyebutkan, kegiatan konservasi menjadi program keberlangsungan hidup satwa gajah yang dilindungi. Program tersebut juga diharapkan dapat menunjang ekonomi masyarakat melalui agroforestri yang nantinya akan dikolaborasi dengan agrowisata sehingga masyarakat dan gajah dapat bersinergi.

"Program ini menjadi program keberlangsungan hidup satwa gajah yang dilindungi. Kita harapkan bahwa gajah dapat terlindungi melalui konservasi dan masyarakat dapat terbantu melalui agroforestri.,” sebutnya.

Selanjutnya, Haili berharap agroforestri dan agrowisata dapat disinergikan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya di wilayah Karang Ampar, Bintang Pepara, dan Kekuyang.

Bupati berharap masyarakat Kecamatan Ketol 

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes