Beranda / Berita / Aceh / BPPA Kembali Pulangkan Dua Warga Aceh dari Ukraina

BPPA Kembali Pulangkan Dua Warga Aceh dari Ukraina

Kamis, 24 Maret 2022 09:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Sandi Putra Kelana dan Muhammad Fata Abi Muntaho (ujung kanan) saat melakukan foto bersama kepala BPPA, Almuniza Kamal di kantor BPPA, Cikini, Jakarta Pusat, 24 Maret 2022. [Foto: Humas BPPA]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah Aceh kembali memulangkan dua warga Aceh dari Ukraina, Sandi Putra Kelana (27) dan Muhammad Fata Abi Muntaho (24). Setelah menjalani masa karantina di Jakarta, sejak tiba Tanah Air pada Senin, 14 Maret 2022 malam lalu.

Berdasarkan rilis yang diterima Dialeksis.com, Kamis (24/3/2022), Sandi yang merupakan warga Paya bujok Seuleumak, kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, dan Fata asal Desa Serba Jadi, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya dipulangkan dengan menggunakan pesawat Batik Air melalui Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis, 24 Maret 2022, pukul 08.00 WIB. Dan setibanya di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar akan dijemput oleh pihak Dinas Sosial Aceh, selanjutnya dipulangkan ke kampung halamannya.

"Seperti mahasiswa Aceh yang dipulangkan dari Ukraina sebelumnya, Badan Penghubung Pemerintah Aceh juga melakukan pengawasan terhadap keduanya selama berada di Jakarta," kata Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal S.STP, M.Si yang didampingi Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat, Cut Putri Alyanur.

Almuniza menjelaskan, kedua warga Aceh yang mengajarkan di salah satu sekolah Islam di Ukraina ini seharusnya sudah dipulang Minggu lalu. Namun, Muhammad Fata yang harus menjalani karantina selama seminggu di Wisma Atlit Pademangan, akibat vaksinasinya baru dilakukan satu kali.

"Sedangkan Sandi hanya menjalani karantina satu hari, karena sudah divaksin dua kali. Sehingga mereka disepakati dipulangkan bersama," sebutnya.

Ia menyebutkan, pemulangan dari Ukraina ini akibat invasi Rusia, merupakan arahan langsung dari Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT, agar membantu memfasilitasi mereka sebelum dipulangkan ke Aceh.

"Karena sesuai dengan amanah Gubernur Nova, pemerintah Aceh akan terus berusaha untuk memfasilitasi masyarakatnya yang memerlukan bantuan, terutama Mahasiswa Aceh yang baru tiba dari Ukraina," katanya.

Hal itu, karena mereka adalah masa depan dan kegemilangan Aceh nantinya. Jadi pemerintah Aceh akan terus memantau dan mengontrol sejauh mana perkembangan terhadap mereka, terutama yang dari Ukraina.

Diketahui sebelumnya, seorang mahasiswa Aceh di Ukraina Arif Fazillah (28) sudah lebih dulu dipulangkan dari Jakarta ke Aceh, pada Rabu, 16 Maret 2022 lalu. Mahasiswa kedokteran itu merupakan warga asal Gampong Rambong, Meunasah Cot, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie.

Sementara itu, Muhammad Fata yang baru sekitar enam bulan berada di Ukraina untuk mengajar di salah satu sekolah Islam atau sederajat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di sana, mengaku bersyukur setibanya di Tanah Air.

"Alhamdulillah kami merasa senang sudah bisa kembali ke Indonesia. Dan ini juga berkat dukungan bantuan dari KBRI di sana yang melakukan evakuasi terhadap warga Indonesia di Ukraina," kata Fata.

Begitu juga disampaikan Sandi, mahasiswa lulusan Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh yang mengajarkan bagi mahasiswa-mahasiswa muslim di Ukraina, menyampaikan rasa syukur sesampai di Ibukota Jakarta. 

Sebelum dipulangkan ke Indonesia, keduanya diketahui dievakuasi ke Polandia dari Ukraina yang difasilitasi oleh KBRI di sana bersama dengan Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya. Selama di Ukraina, mereka berbeda tempat tinggal, Sandi di kota Chernivtsi, sedangkan Fata di kota Ivano-Frankivsk.

Dengan dipulangkannya ke Tanah Air, keduanya menyampaikan terima kasih bagi KBRI di Ukraina, Kementerian Luar Negeri, Pemerintah Aceh, serta berbagai unsur lainnya yang telah membantu memulangkan mereka. []

Keyword:


Editor :
Alfatur

riset-JSI
Komentar Anda