Beranda / Berita / Aceh / Baru Serah Terima, Proyek Irigasi di Bireuen Roboh, PAKAR: APH Perlu Telusuri

Baru Serah Terima, Proyek Irigasi di Bireuen Roboh, PAKAR: APH Perlu Telusuri

Rabu, 07 Februari 2024 14:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Direktur Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat (PAKAR), Muhammad Khaidir. [Foto: for Dialeksis]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Paket kegiatan pembangunan saluran irigasi kelompok P3-TGAI (Penyelenggaraan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi) untuk kelompok P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) dari sumber anggaran APBN 2023 dibawah BWS (Balai Wilayah Sumatera) I yang terletak di Gampong Mata Mamplam, Kecamatan Peusangan, Bireuen dilakukan serah terima atau PHO akhir Desember tahun lalu, namun pertengahan Januari tahun 2024 ini terlihat sudah roboh.

Bangunan saluran irigasi P3-TGAI untuk kelompok P3A Gampong Mata Mamplam Kecamatan Peusangan, Bireuen, Aceh. Anggaran Tahun 2023 BWS (Balai Wilayah Sumatera) I terlihat sudah roboh. [Foto Fajri Bugak/Dialeksis.com]

Ketua Kelompok P3A Gampong Mata Mamplam, Iswadi dikonfirmasi Dialeksis.com menjelaskan bangunan saluran irigasi (Aneuk Lung_red) tersebut roboh disebabkan karena tergerus air besar beberapa waktu yang lalu.

Menanggapi hal itu, Direktur Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat (PAKAR), Muhammad Khaidir meminta aparat penegak hukum (APH) untuk menelusuri potensi penyimpangan dari proyek tersebut.

"Kemudian, inspektorat harus pro aktif merespons informasi kerusakan proyek pemerintah dengan melakukan pengecekan langung ke lapangan," ujarnya kepada Dialeksis.com, Rabu (7/2/2024).

Di samping itu, menurut Khaidir, perlu peran Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) juga yang diharapkan bisa bersama-sama inspektorat menelusuri potensi penyimpangan proyek tersebut.

"Karena jangan sampai proyek dibangun secara sembarangan, dan material yang digunakan dengan kualitas rendah sehingga menimbulkan kerusakan dalam waktu cepat. Untuk itu ini perlu ditindak," jelasnya. 

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda