Beranda / Berita / Aceh / AW, ASN Pemkab Bireuen Menghilang, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

AW, ASN Pemkab Bireuen Menghilang, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

Minggu, 18 September 2022 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +


Kasat Reskrim Polres Bireuen AKP Arief Sukmo Wibowo SIK. [Foto: Fajri Bugak/Dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Bireuen - Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian resort (Polres) Bireuen sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan terduga pelaku berinisial AW berstatus ASN Pemkab Bireuen sebagaimana dilaporkan oleh orang tua Bunga (Bukan Nama Asli_red) dengan bukti Surat tanda terima laporan polisi Nomor : STTLP/189/Vlll/2022/SPKT/POLRES BIREUEN/POLDA ACEH, Tanggal 27 Agustus 2022.

Kasat Reskrim Polres Bireuen AKP Arief Sukmo Wibowo SIK kepada Dialeksis.com,Jumat (16/9/2022) menginformasi perkembangan perkara tersebut, sampai saat ini kata Arief statusnya masih lidik. "Kita telah meminta keterangan saksi Ibu korban dan korban,"kata Kasat Reskrim seraya menambahkan sampai saat ini penyidik masih menunggu hasil Visum et Repertum.

Sebagaimana diberitakan Dialeksis.com sebelumnya Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berinisial AW asal Peusangan dilaporkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bireuen oleh orang tua sebut saja namanya Bunga (Bukan Nama Asli_red).

ASN Pemkab Bireuen yang bertugas di Kantor Camat Makmur tersebut dilaporkan oleh orang tua Bunga berkaitan dengan dugaan kasus Pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan AW.

 Terduga Pelaku Menghilang 

Camat Kecamatan Makmur Mukhsen S.Ag ditanyai Dialeksis.com membenarkan bahwa AW memang bertugas dikantor Camat Makmur.

"Yang bersangkutan sudah lama tidak masuk kantor tanpa surat pemberitauan apapun. Saya hubungi melalui HP tidak aktif,"kata Camat Kecamatan Makmur.

Terkait informasi AW baru saja mengambil uang kredit Bank. Mukhsen membenarkan bahwa ia ikut menandatanggi surat persertujuan pengambilan uang di Bank sebanyak Rp 200 juta. "Saya tidak mengetahui bahwa beliau sedang bermasalah. Makanya saya tanda tanggani persetujuan ambil uang di Bank,"jelas Mukhsen.

Dialeksis.com sudah berusaha menghubungi AW melalui nomor pribadinya, Namun hingga berita ini diunggah Dialeksis.com belum tersambung dengan AW. (Fajri Bugak)

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda