Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Akhir Maret 2026, Sejumlah SPBU di Pidie Kehabisan Pertalite

Akhir Maret 2026, Sejumlah SPBU di Pidie Kehabisan Pertalite

Minggu, 29 Maret 2026 21:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Kondisi tempat pengisian BBM jenis Pertalite di SPBU Pulo Pisang, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie kosong. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Sigli - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Pidie dilaporkan mengalami kekosongan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 90 atau Pertalite.

Kondisi tersebut membuat para pengendara terpaksa mencari alternatif BBM lain atau beralih menggunakan bahan bakar non subsidi.

Pantauan media dialeksis.com, Minggu (29/3/2026), beberapa SPBU pada Minggu menunjukkan stok Pertalite memang tidak tersedia. Kekosongan itu terlihat di sejumlah SPBU seperti SPBU Pulo Pisang di Kecamatan Pidie, SPBU Bambi di Kecamatan Peukan Baro, serta SPBU Gintong di Kecamatan Grong-Grong.

Di lokasi SPBU, sejumlah pengendara yang datang untuk mengisi bahan bakar tampak harus mengurungkan niat mereka setelah mengetahui stok Pertalite telah habis. Beberapa di antaranya memilih menunggu, sementara sebagian lainnya terpaksa membeli BBM jenis lain yang harganya lebih mahal.

Petugas SPBU Pulo Pisang, Basri, membenarkan bahwa stok Pertalite di tempatnya memang sedang kosong. “BBM Pertalite-nya kosong pak hari ini,” kata Zainal kepada Dialeksis.com saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, akibat tidak tersedianya Pertalite, SPBU hanya bisa melayani pembelian BBM non subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, serta beberapa jenis BBM lainnya.

Kondisi tersebut juga terlihat dari nozel pengisian Pertalite di sejumlah pompa SPBU yang ditutup menggunakan lakban. Penutupan itu menjadi tanda bahwa BBM jenis tersebut sedang tidak tersedia untuk sementara waktu.

Basri menjelaskan, kekosongan Pertalite terjadi karena tidak ada pengiriman BBM pada hari Ahad. Ia memperkirakan pasokan baru akan masuk pada hari berikutnya.

“Besok (Senin) pak baru masuk BBM-nya, hari ini memang nggak ada pengiriman,” ujarnya.

Kondisi ini turut dirasakan para pengendara yang bergantung pada BBM subsidi tersebut. Salah seorang pengendara mobil pribadi, Arif, mengaku cukup kesulitan ketika Pertalite tidak tersedia di SPBU.

Menurutnya, harga BBM non subsidi yang lebih mahal membuat sebagian masyarakat berpikir ulang untuk mengisi bahan bakar.

“Kalau Pertalite kosong, mau tidak mau harus isi Pertamax. Tapi harganya jauh lebih mahal, jadi cukup terasa bagi kami,” kata Arif.

Ia berharap distribusi BBM Pertalite dapat kembali normal agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan bakar dengan harga terjangkau.

"Kita berharap pasokan segera kembali tersedia agar aktivitas transportasi masyarakat tidak terganggu," tutupnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI