Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Abi Muslim Minta Dakwah Diperkuat di Pengungsian, Waspadai Dugaan Misionaris di Gayo Lues

Abi Muslim Minta Dakwah Diperkuat di Pengungsian, Waspadai Dugaan Misionaris di Gayo Lues

Selasa, 20 Januari 2026 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Ulama kharismatik Aceh sekaligus Pimpinan Dayah Darul Mujahidin, Abi Muslim At-Thahiri. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ulama kharismatik Aceh sekaligus Pimpinan Dayah Darul Mujahidin, Abi Muslim At-Thahiri, meminta pihak terkait, khususnya lembaga-lembaga Islam tingkat nasional, segera turun tangan memperkuat pendampingan spiritual di kamp-kamp pengungsian bencana di Kabupaten Gayo Lues. 

Langkah ini dinilai penting menyikapi masuknya berbagai kelompok ke wilayah terdampak bencana, termasuk mencuatnya isu dugaan aktivitas misionaris.

Menurut Abi Muslim, kehadiran dai-dai dari dayah dan lembaga dakwah Islam sangat dibutuhkan agar masyarakat Muslim yang tengah tertimpa musibah tetap terjaga akidahnya. 

Ia mengatakan, bantuan kemanusiaan tidak boleh hanya berfokus pada aspek material, tetapi juga harus menyentuh kebutuhan spiritual para korban bencana.

“Ormas-ormas Islam jangan hanya membawa bantuan logistik, tapi juga bantuan spiritual. Dakwah harus hadir di kamp-kamp pengungsian dan daerah bencana. Dai-dai kita tidak mesti menunggu undangan, tapi harus datang dan berdakwah kepada saudara-saudara kita yang sedang diuji musibah,” ujar Abi Muslim kepada media dialeksis.com, Selasa (20/1/2026).

Ia mencontohkan keterlibatan sejumlah elemen Islam yang selama ini menyalurkan bantuan sembari menggelar tausiyah dan ceramah publik di lokasi bencana. Menurutnya, pola tersebut perlu diperluas dan diperkuat secara kolektif oleh seluruh elemen umat.

Lebih lanjut, Abi Muslim juga meminta pemerintah agar meningkatkan pengawasan terhadap pihak-pihak dari luar daerah yang masuk ke Aceh dengan berbagai latar belakang lembaga. 

Ia mengimbau pentingnya kewaspadaan agar wilayah Aceh tidak menjadi sasaran penyebaran paham keagamaan non-Islam.

“Pemerintah wajib menjaga Aceh dari upaya kristenisasi. Siapa pun yang datang dari luar, terutama dari lembaga non-Muslim, perlu dipantau dan dikawal. Kalau hanya membawa bantuan kemanusiaan, silakan, tapi tidak perlu ada embel-embel lain, pertemuan-pertemuan, atau aktivitas yang berpotensi menyebarkan ajaran mereka,” tegasnya.

Abi Muslim juga menyoroti kegiatan pendampingan psikososial atau trauma healing di lokasi bencana. Ia berpandangan bahwa kegiatan tersebut seharusnya dilakukan oleh lembaga-lembaga Muslim agar tidak disusupi misi keagamaan lain.

Pernyataan ini disampaikan menyusul beredarnya sebuah video di media sosial yang diunggah akun Instagram @tercyduck.aceh pada Sabtu (17/1/2026). Video tersebut menarasikan dugaan aktivitas misionaris di wilayah Gayo Lues.

Dalam keterangan yang beredar, video itu disebut direkam di kawasan Pajak Terpadu Blangkejeren dan menampilkan sekelompok orang dari luar Aceh yang diduga menyisipkan ajaran agama non-Muslim di tengah masyarakat terdampak banjir dan longsor. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI