Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Berita / Aceh / 6 Keluarga Aceh Ingin Bertahan di Wamena Melanjutkan Usaha

6 Keluarga Aceh Ingin Bertahan di Wamena Melanjutkan Usaha

Selasa, 08 Oktober 2019 09:04 WIB

Font: Ukuran: - +
Pengungsi dari Wamena yang diangkut dengan Hercules TNI. [Foto: Katharina/bumipapua.com/kumparan]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Enam keluarga asal Aceh ingin bertahan di Wamena, Papua, untuk melanjutkan usaha mereka. Saat ini mereka mengungsi sementara dari Wamena dan akan kembali ketika kondisi pulih.

"Masyarakat Aceh yang sudah tinggal di Wamena, meski sekarang harus keluar dari Wamena untuk sementara, jika kondisi sudah benar-benar kondusif, mereka akan balik lagi ke Wamena untuk melanjutkan usahanya," kata Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri dalam keterangan kepada wartawan, Senin (7/10/2019). 

Menurutnya, keenam keluarga itu masih berada di Provinsi Papua. Dia memastikan, masyarakat Aceh yang berada di ujung timur Indonesia masih tergolong aman, berbeda dengan kondisi pendatang lainnya. 

Alhudri beserta tim Dinsos Aceh sudah bergerak ke lokasi untuk mendata masyarakat Aceh di Papua. Ada 28 orang di Wamena dan beberapa di antaranya sudah meninggalkan Papua.

Mereka adalah 4 orang asal Aceh Tenggara, 1 dari Bireuen, serta 3 orang sekeluarga asal Aceh Timur. Selain itu, ada warga Aceh yang pulang dengan menumpang pesawat ke provinsi lain.

"Pemulangan sudah selesai, artinya sudah ada yang dipulangkan dan sudah masuk dalam antrean pulang, karena kendala tiket," jelas Alhudri.

Terkait: Tim Dinsos Aceh Bertolak ke Papua

Dia menyebutkan, kondisi terkini sudah kondusif. Masyarakat Aceh di sana  umumnya aman terkendali.

Sebelumnya, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah memerintahkan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Aceh Alhudri beserta tim mewakili Pemerintah Aceh untuk mendata warga Aceh di Papua yang terdampak kerusuhan sejak 23 September lalu. 

Alhudri dan tim Dinsos Aceh bertolak ke Jayapura dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Kamis (3/10/2019) malam.(me/dbs)

Editor :
Makmur Emnur

Komentar Anda