DIALEKSIS.COM | Bireuen - Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh kembali menggelar Pasar Tani Aceh Roadshow 2026 di Lapangan Bola Kaki Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut berhasil membukukan omzet sebesar Rp118.469.000 hanya dalam waktu sekitar empat jam, sekaligus menjadi langkah nyata dalam menjaga stabilitas harga pangan dan menekan inflasi di Kabupaten Bireuen.
Roadshow Pasar Tani diikuti oleh 36 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, Bulog, ESDM bersama Pertamina, UPTD Non-Ruminansia, serta petani buah dan sayur. Beragam komoditas pangan segar dan produk olahan dipasarkan langsung kepada masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar tradisional.
Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh karena telah memilih Kabupaten Bireuen sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan Pasar Tani Aceh Roadshow 2026.
Menurutnya, Pasar Tani tidak hanya menjadi sarana promosi dan pemasaran hasil pertanian lokal, tetapi juga menjadi instrumen strategis pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan, meningkatkan pendapatan petani, memperluas pasar bagi pelaku UMKM, serta mendukung pengendalian inflasi daerah.
"Pasar Tani memiliki esensi yang sangat strategis bagi daerah. Kegiatan ini menjadi ruang nyata untuk mempromosikan dan memasarkan produk pertanian secara langsung dari tangan petani ke konsumen, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan guna menekan inflasi daerah," ujar Mukhlis.
Ia berharap sinergi antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui program Pasar Tani dapat terus diperkuat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor hortikultura, pertanian, dan perkebunan.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah cabai, yang merupakan komoditas strategis penyumbang inflasi. Selama pelaksanaan pasar tani, cabai berhasil terjual sebanyak 20 kilogram dengan harga Rp48.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga di pasar tradisional yang mencapai Rp50.000 per kilogram.
Selain itu, bawang merah juga mendapat respons positif dari masyarakat dengan total penjualan mencapai 50 kilogram. Komoditas tersebut dijual seharga Rp35.000 per kilogram, lebih murah dibandingkan harga di pasar tradisional yang berada di kisaran Rp45.000 per kilogram.
Selisih harga tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus menunjukkan efektivitas Pasar Tani sebagai salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan laju inflasi di daerah.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen Ismunandar, ST., MT, Asisten II Setdakab Bireuen Muwardi, S.STP., M.Si, perwakilan Kejaksaan Negeri Bireuen Yarnes, SH., MH, Kapolsek Kota Juang IPTU Faisal Riza, SH., MH, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bireuen, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bireuen, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Kabupaten Bireuen, Kepala Bidang Hortikultura, staf Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, serta para pelaku UMKM, petani, dan masyarakat. [*]