Jum`at, 18 September 2026
Beranda / Ekonomi / 4.425 UMKM Terdampak Bencana Gabung Landing Page Sumatera Bangkit, Ini Syaratnya

4.425 UMKM Terdampak Bencana Gabung Landing Page Sumatera Bangkit, Ini Syaratnya

Jum`at, 18 September 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Sosialisasi pemanfaatan landing page tersebut dilakukan melalui Klinik UMKM Bangkit di Aula Kantor Bupati Pidie Jaya, Kamis (17/9/2026). [Foto: K-UMKM]


DIALEKSIS.COM | Sigli - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama TikTok Shop by Tokopedia memfasilitasi landing page UMKM Sumatera Bangkit untuk membantu pelaku usaha terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memperluas akses pasar.

Sosialisasi pemanfaatan landing page tersebut dilakukan melalui Klinik UMKM Bangkit di Aula Kantor Bupati Pidie Jaya, Kamis (17/9/2026). Kegiatan serupa juga berlangsung secara paralel di Aceh Utara dan Aceh Tamiang.

Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM Ari Anindya mengatakan, fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat pemulihan usaha pascabencana melalui pemasaran digital.

"Landing page ini memfasilitasi akses pemasaran dan digitalisasi agar UMKM lebih mudah mengenalkan produk dan mendapat akses pasar seluas-luasnya pascabencana," ujar Ari.

Berdasarkan data hingga 26 Agustus 2026, sebanyak 4.425 UMKM terdampak bencana telah bergabung dalam landing page UMKM Sumatera Bangkit. Sebanyak 2.128 produk lokal telah ditampilkan.

Kementerian UMKM mencatat kanal tersebut telah menghasilkan 40,63 juta transaksi dengan nilai lebih dari Rp32 juta. Menurut Ari, capaian itu menunjukkan landing page dapat menjadi salah satu kanal pemasaran bagi UMKM terdampak bencana untuk menjangkau konsumen lebih luas.

"Karena itu, UMKM terdampak bencana harus berani masuk ekosistem digital dan e-commerce untuk memperluas pasar. Konsumen kini semakin mengandalkan belanja daring," kata Ari.

Untuk bergabung, pelaku usaha dari tiga provinsi terdampak harus terdaftar di aplikasi SAPA UMKM, memiliki akun marketplace aktif, serta Nomor Induk Berusaha (NIB). Produk yang dipasarkan juga harus merupakan produk lokal.

Dalam sosialisasi tersebut, Education Specialist Tokopedia dan TikTok Shop Surya Sastriando memberikan pendampingan mengenai pembuatan akun marketplace, proses bergabung ke landing page, kampanye Beli Lokal, hingga strategi promosi.

Pelaku usaha yang mengikuti kegiatan turut merasakan manfaat pendampingan tersebut. Jarjani, pemilik usaha garam di Desa Lancang Paru, Pidie Jaya, mengaku terbantu dalam proses pemulihan usaha. Sementara Bagas Pradipta, pemilik usaha kopi di Desa Meureuduyang, mengatakan pendampingan pemasaran digital memberinya wawasan untuk memperluas jangkauan produk.

Selain pemasaran, Klinik UMKM Bangkit juga memberikan pendampingan terkait pembiayaan dan produksi. Setiap klinik di tiga provinsi terdampak dilengkapi tiga tenaga pendamping untuk membantu akses relaksasi pinjaman dan modal, pemasaran, serta solusi bagi usaha yang produksinya terhenti akibat bencana.

Kementerian UMKM berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah dan platform digital tersebut dapat mempercepat pemulihan usaha, menjaga keberlanjutan produksi, dan menggerakkan kembali perekonomian masyarakat terdampak.

"Klinik UMKM Bangkit harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin agar UMKM kembali pulih," kata Ari. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI