DIALEKSIS.COM | Moskow - Rusia kembali menggempur Kyiv dan sejumlah wilayah Ukraina dengan serangan rudal dan drone dalam gelombang serangan terbaru.
Angkatan Udara Ukraina menyebut Rusia meluncurkan kombinasi rudal antikapal, rudal balistik, serta puluhan drone bermesin jet. Serangan tersebut menyasar sejumlah infrastruktur penting dan disebut menyulitkan sistem pertahanan udara Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan pada Selasa (29/9/2026) turut menghantam depo lokomotif di Kyiv yang disebut menyimpan rudal darat FP-5 Flamingo dan komponennya. Pusat data Bi-mobile dan Parkovy juga dilaporkan menjadi sasaran.
Serangan terhadap pusat data dan penyedia layanan internet Ukraina disebut meningkat dalam beberapa hari terakhir. Kyiv menilai ancaman tersebut dapat mengganggu arus informasi dan menegaskan kebutuhan memperkuat kemampuan menghadapi serangan rudal serta drone.
Di sisi lain, Ukraina terus berupaya meningkatkan tekanan terhadap Rusia dengan menargetkan kilang minyak dan pusat logistik.
Ketegangan juga meningkat antara Rusia dan NATO. Aliansi tersebut mengecam retorika nuklir Moskow setelah Kedutaan Besar Rusia di Belgia menuding NATO memperburuk situasi di sekitar Kaliningrad.
NATO menegaskan dirinya sebagai aliansi pertahanan dan menyatakan latihan maupun aktivitasnya tidak menimbulkan ancaman terhadap wilayah Rusia. NATO juga menyebut penggunaan taktik hibrida Rusia sebagai tanda keputusasaan dan menegaskan dukungannya terhadap Ukraina. [cnbc]