Sabtu, 12 September 2026
Beranda / Berita / Dunia / Pengadilan Guatemala Batalkan Kasus Terorisme terhadap Wakil Menteri dan Pemimpin Adat

Pengadilan Guatemala Batalkan Kasus Terorisme terhadap Wakil Menteri dan Pemimpin Adat

Sabtu, 12 September 2026 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Wakil Menteri Guatemala Luis Pacheco memeluk istrinya setelah sidang terkait tuduhan terorisme yang dikaitkan dengan unjuk rasa tahun 2023, di Istana Keadilan Kota Guatemala pada 10 September [Foto: Johan Ordonez/AFP]


DIALEKSIS.COM | Guatemala - Pengadilan di Guatemala membatalkan kasus terorisme terhadap Wakil Menteri Pembangunan Berkelanjutan Luis Pacheco dan tiga pemimpin masyarakat adat lainnya yang sebelumnya dituduh terkait aksi protes pada Oktober 2023.

Hakim Pengadilan Pidana Ketiga, Mynor Moto, membatalkan perkara tersebut pada Jumat (11/9/2026) setelah jaksa penuntut menyimpulkan keempat terdakwa tidak melakukan pelanggaran hukum saat mengorganisasi aksi demonstrasi.

Pacheco, yang sebelumnya memimpin 48 Cantones of Totonicapan, dituduh bersama Hector Chaclan, Basilio Puac, dan Esteban Toc melakukan persekongkolan ilegal, terorisme, serta menghalangi proses peradilan. Dua di antaranya juga menghadapi tuduhan hasutan.

Protes tersebut digelar untuk menuntut pengunduran diri mantan Jaksa Agung Guatemala Consuelo Porras. Porras sebelumnya dituding berupaya menghalangi pelantikan Presiden Bernardo Arevalo setelah memenangkan pemilu 2023.

Kasus terhadap Pacheco dan tiga pemimpin adat itu menjadi bagian dari sejumlah penuntutan yang dikaitkan dengan era Porras. Ia mendapat sanksi dari Amerika Serikat, Uni Eropa, Kanada, dan sejumlah pemerintah lain atas tuduhan korupsi serta upaya menggagalkan kemenangan Arevalo.

Pacheco sempat dinonaktifkan dari jabatannya selama proses hukum berlangsung. Kementerian Energi dan Pertambangan Guatemala menyambut putusan tersebut dan memperkirakan Pacheco segera kembali bekerja.

Kantor HAM PBB menyebut putusan itu menegaskan kembali kebebasan berekspresi dan berkumpul, sekaligus mengakui hak masyarakat adat untuk melakukan pengorganisasian secara sah. [AFP/Aljazeera]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI