DIALEKSIS.COM | Sorong - Ikan kerapu hasil budidaya dari Sorong, Papua Barat Daya, untuk pertama kalinya menembus pasar Hongkong. Ekspor perdana sebanyak 3,5 ton ikan kerapu hidup tersebut berlangsung pada pekan lalu.
Lima jenis kerapu dikirim ke Hongkong, yakni kerapu batu, kerapu sunu, kerapu tiger, kerapu bakau, dan kerapu kertang. Total ekspor tersebut bernilai 33.283 dollar AS.
Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini mengatakan, ekspor ini menunjukkan peran sertifikasi mutu dalam membuka akses pasar internasional bagi produk perikanan Indonesia.
Menurut dia, kerapu tersebut telah mengantongi sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) atau Good Aquaculture Practice (GAP), serta Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP).
"KKP melalui Badan Mutu sebagai competent authority (CA) memiliki skema sertifikasi yang diakui dunia yaitu CBIB atau GAP untuk komoditas yang berasal dari akuakultur, sehingga kerapu hidup Sorong bisa masuk pasar Hongkong," ujar Ishartini dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu (12/9/2026).
Kepala UPT Badan Mutu KKP Sorong Kasrida menambahkan, sertifikasi CBIB menjadi jaminan bahwa ikan yang diekspor memenuhi standar keamanan dan bebas penyakit.
Proses sertifikasi mencakup audit terhadap 16 parameter, mulai dari kualitas benih, suplai dan pengelolaan air, kebersihan fasilitas, pakan, hingga pengelolaan limbah dan penanganan hasil panen. [in]