DIALEKSIS.COM | Teheran - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi akan mengunjungi China pada Rabu (16/9/2026) untuk melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Kunjungan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan Iran dengan Amerika Serikat.
Kementerian Luar Negeri China mengonfirmasi kunjungan tersebut. “Menteri Luar Negeri Iran Araghchi akan mengunjungi China pada 16 September, dan Wang Yi, anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China (CPC) sekaligus Menteri Luar Negeri, akan mengadakan pembicaraan dengannya,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataan resminya.
China selama ini secara diplomatik berpihak kepada Iran. Beijing juga terus menyerukan gencatan senjata dan penyelesaian konflik melalui negosiasi dengan menghormati kedaulatan Iran. China turut mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz.
Kunjungan Araghchi dilakukan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah laporan *Wall Street Journal* yang menyebut China memberikan citra satelit pangkalan AS di Yordania kepada Iran. Citra tersebut disebut membantu serangan Iran yang menewaskan tiga tentara AS pada Juli.
Di sisi lain, AS mulai menghitung besarnya kerugian akibat konflik dengan Iran. Departemen Pertahanan AS memperkirakan biaya konflik mencapai US$ 33,4 miliar hingga 29 Juni.
Laporan inspektur jenderal Pentagon kepada Kongres menyebut serangan Iran merusak atau menghancurkan ratusan bangunan dan struktur di pangkalan AS di Timur Tengah. Puluhan pesawat juga terdampak.
Sebanyak tujuh pesawat tanker KC-135 rusak atau hancur, tujuh helikopter dan lebih dari 30 drone hilang. Empat jet tempur F-15E dan satu pesawat A-10 hancur. Sebuah F-35A juga rusak akibat tembakan musuh, menjadi kasus pertama kerusakan pesawat jenis tersebut dalam pertempuran.
Penggunaan amunisi AS selama konflik juga disebut menyebabkan kekurangan inventaris strategis dan mengungkap hambatan industri pertahanan dalam memasok kembali amunisi. [cnbc]