DIALEKSIS.COM | Blangpidie - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengeluarkan peringatan keamanan darurat terkait penipuan melalui WhatsApp yang mencatut nama instansi tersebut. Pelaku menyasar admin Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan modus meminta pembaruan kata sandi atau password website pemerintah.
Dalam aksinya, pelaku menggunakan nomor WhatsApp +62 819-830-053 dan mengaku bernama Ziaul Kamal. Untuk meyakinkan calon korban, pelaku memasang foto profil berlambang resmi Diskominsa Abdya.
Berdasarkan tangkapan layar yang dirilis Diskominsa, pelaku mengklaim password lama, yakni "Abdya123", sudah tidak dapat digunakan. Admin OPD kemudian diminta mengganti password dengan "Diskominsa123@" melalui tautan yang mengarah ke "diskominsa.acehbaratdayakab.go.id".
Kepala Diskominsa Abdya, Ubairizal, S.T., menegaskan pesan tersebut merupakan penipuan dan tidak berasal dari pihaknya.
"Kami tegaskan, nomor +62 819-830-053 yang mengaku sebagai Ziaul Kamal itu bukan pegawai kami dan bukan nomor resmi dinas. Itu murni penipuan dengan modus phishing yang mencatut nama Diskominsa," tegas Ubairizal, Sabtu (10/10/2026).
Dia menjelaskan, seluruh permintaan resmi terkait perubahan akun, password, maupun pengelolaan website OPD harus melalui surat resmi dinas. Proses tersebut juga dilakukan melalui komunikasi langsung dengan penanggung jawab atau *person in charge* (PIC) resmi yang telah ditunjuk.
Ubairizal menegaskan Diskominsa tidak pernah meminta kode OTP, password, ataupun data sensitif lainnya melalui WhatsApp.
"Kami tidak pernah meminta OTP, password, atau data sensitif apa pun lewat WA. Jika ada yang mengatasnamakan kami meminta hal tersebut, abaikan dan segera hapus. Jangan klik tautan apa pun," ujarnya.
Empat Tahap Modus Penipuan
Diskominsa Abdya mengungkapkan, pelaku menggunakan sejumlah cara untuk mengelabui korban. Modus tersebut diawali dengan mengirim pesan melalui WhatsApp atau SMS menggunakan nama dan logo Diskominsa agar terlihat resmi.
Selanjutnya, korban diarahkan mengeklik tautan reset password yang tampak meyakinkan. Korban kemudian berpotensi diminta memasukkan OTP atau password. Jika data tersebut diberikan, pelaku dapat memanfaatkannya untuk mengambil alih akun dan melakukan penipuan lanjutan dengan menyasar pihak lain.
Untuk mencegah kejadian tersebut, Diskominsa Abdya mengimbau seluruh admin OPD agar mengabaikan dan menghapus pesan mencurigakan serta melakukan verifikasi langsung kepada PIC resmi Diskominsa.
Admin OPD juga diminta tidak mengeklik tautan reset password dari nomor tidak dikenal, tidak memberikan OTP maupun password, dan tidak mengikuti instruksi perubahan akun yang tidak disertai prosedur resmi dinas.
"Kami sudah mengeluarkan peringatan resmi di kanal-kanal kami. Jika masih ada yang menerima pesan serupa, silakan langsung konfirmasi ke kantor Diskominsa. Jangan sampai akun pemerintah diambil alih dan disalahgunakan untuk menipu pihak lain," pungkas Ubairizal.
Diskominsa Abdya kembali menegaskan, seluruh permintaan perubahan akun hanya dilayani melalui surat resmi dinas. [*]