DIALEKSIS.COM | Warsawa - Serangan terhadap institusi pendidikan kembali terjadi di Polandia. Seorang perempuan berusia 21 tahun melukai tiga orang di sebuah institusi pendidikan tinggi di Warsawa pada Sabtu (10/10/2026), menjadikannya serangan ketiga di lingkungan pendidikan dalam waktu kurang dari sepekan.
Juru bicara Kepolisian Warsawa, Jakub Filipiak, mengatakan pelaku menyerang seorang remaja perempuan berusia 17 tahun menggunakan benda berbahaya. Dua orang lainnya, masing-masing berusia 17 dan 24 tahun, turut menjadi korban. Tidak ada korban yang mengalami luka mengancam jiwa.
Polisi menyebut pelaku tidak mengenal para korban. Namun, identitas institusi pendidikan tempat kejadian berlangsung belum diungkapkan kepada publik.
Insiden tersebut terjadi di tengah peningkatan pengamanan sekolah di seluruh Polandia setelah dua serangan sebelumnya pada pekan yang sama menewaskan satu orang dan melukai sejumlah lainnya.
Pada Rabu, seorang siswa berusia 19 tahun menyerang sesama siswa, guru, dan orang yang melintas di sebuah sekolah kejuruan di Provinsi Mazovia, Polandia tengah. Serangan menggunakan benda tajam itu melukai sembilan orang. Pelaku kemudian melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap.
Sehari berikutnya, seorang remaja berusia 15 tahun menyerang bekas sekolahnya menggunakan pisau. Insiden tersebut menewaskan seorang petugas kebersihan dan melukai dua orang lainnya.
Rentetan kejadian itu memicu kekhawatiran masyarakat. Pada Jumat, sebanyak 59 sekolah di Polandia memilih meliburkan kegiatan belajar sebagai langkah pencegahan. Sejumlah sekolah lainnya meningkatkan pengamanan melalui penambahan petugas di pintu masuk dan pemeriksaan tas secara sukarela.
Kepolisian juga mengumumkan penahanan terhadap 76 orang serta pemeriksaan di hampir 50.000 sekolah di seluruh negeri untuk mencegah kemungkinan serangan lanjutan.
Menteri Dalam Negeri Polandia Marcin Kierwiński menegaskan bahwa keselamatan siswa menjadi prioritas utama. Sementara itu, pemerintah menyatakan belum menemukan bukti bahwa serangan-serangan tersebut dipicu tantangan daring atau memiliki keterkaitan satu sama lain.
Perdana Menteri Donald Tusk turut menyoroti keterbatasan aturan hukum dalam menangani penyebaran konten berbahaya di internet. Pemerintah berencana memperbarui upaya pengesahan rancangan undang-undang untuk memblokir konten semacam itu.
Pemerintah Polandia juga berjanji mempertahankan langkah pengamanan tambahan di sekolah serta menggelar pelatihan penanganan krisis menyusul meningkatnya kekhawatiran atas keselamatan di lingkungan pendidikan. [AP/abc news]