DIALEKSIS.COM | Bireuen - Para kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Aceh, bakal turun langsung ke dapur untuk mengikuti lomba memasak nasi goreng.
Lomba tersebut digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Bireuen dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen. Kegiatan mengusung tema “Ayah Siaga Bireuen SIGAP: Ayah Sehat, Inovatif, Aktif, Bergizi, dan Amanah Terjaga.”
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Bireuen M. Zubair, S.H.,M.H mengatakan, lomba ini bukan sekadar kompetisi memasak. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana kampanye kesetaraan gender dan pembagian peran dalam keluarga.
"Peserta diwajibkan memasak sendiri dan tidak boleh diwakilkan. Mereka boleh membawa satu pendamping laki-laki untuk membantu persiapan logistik, kebersihan, dan penataan peralatan," tuturnya, Rabu (30/9/2026).
Namun, proses meracik bumbu, memasak hingga penyajian makanan harus dilakukan peserta utama. Peserta juga diwajibkan mengenakan pakaian atau kaos putih, celemek, dan topi koki.
Panitia menetapkan anggaran bahan maksimal Rp200.000 per tim. Peserta dilarang menggunakan bumbu instan kemasan pabrik, kecuali kecap serta saus tomat atau cabai. Bumbu segar harus diracik langsung di lokasi.
Peserta diberi waktu 60 menit untuk memasak hingga menyajikan hidangan. Penilaian meliputi cita rasa dan kematangan (30 persen), kesesuaian tema dan nilai gizi B2SA (25 persen), kreativitas dan penyajian (20 persen), kebersihan dan manajemen waktu (15 persen), serta kekompakan dan aksi panggung (10 persen).
Melalui lomba ini, Pemkab Bireuen dan TP PKK berharap keterlibatan ayah dalam menyiapkan makanan bergizi dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekaligus mempererat sinergi antarpejabat. [*]