Jum`at, 31 Juli 2026
Beranda / Berita / Aceh / Pelaku Jasa Transportasi Keluhkan Kelangkaan Solar, Operasional Travel Terganggu

Pelaku Jasa Transportasi Keluhkan Kelangkaan Solar, Operasional Travel Terganggu

Kamis, 30 Juli 2026 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Direktur PT Mulia Wisata Perkasa, Asari Aldi meminta pemerintah mencari solusi atas kelangkaan solar. [Foto: Untuk Dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang terjadi hampir pada sejumlah SPBU di Aceh dikeluhkan oleh pelaku jasa transportasi di Aceh. Kondisi tersebut dinilai mulai mengganggu operasional angkutan penumpang yang setiap hari bergantung pada ketersediaan solar.

‎Salah seorang pelaku jasa transportasi, Asari Aldi atau yang akrab disapa Dekgam, mengatakan para pengemudi terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre demi mendapatkan solar bagi kendaraan operasional mereka.

‎‎Menurutnya, antrean panjang di SPBU membuat para pengemudi kesulitan mengatur jadwal perjalanan, terutama bagi layanan transportasi yang harus melayani penumpang sesuai waktu yang telah ditentukan.

‎‎“Kami mohon pemerintah dapat mencari solusi terhadap persoalan ini. Kami harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan BBM untuk kendaraan kami,” ujar Dekgam kepada Dialeksis, Kamis (30/7/2026).

‎Direktur PT Mulia Wisata itu menilai kelangkaan solar tidak hanya berdampak pada pengemudi, tetapi juga berpotensi merugikan penumpang yang mengandalkan ketepatan waktu layanan transportasi.

‎Ia menjelaskan, kendaraan travel dituntut untuk menjemput dan mengantar penumpang sesuai jadwal. Namun, kondisi antrean solar yang panjang sering kali membuat jadwal keberangkatan maupun penjemputan menjadi terganggu.

‎‎“Tidak jarang kami harus berjibaku dengan waktu. Soalnya, kami harus mengantar atau menjemput penumpang dengan tepat waktu,” katanya.

‎‎"Bukan cuma itu, para sopir kekurangan waktu istirahat hanya gara-gara antrian solar ini," tambah dia.

‎‎Dekgam berharap pemerintah dapat memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan BBM bagi kendaraan angkutan umum yang setiap hari melayani mobilitas masyarakat.

Sejumlah kendaraan antre di SPBU Gampong Mulia pada 16 Mei 2026. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]

‎‎Menurutnya, salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah memberikan prioritas kuota solar bagi kendaraan angkutan umum berpelat kuning agar operasional transportasi publik tidak terganggu.

‎‎“Kami berharap pemerintah dapat memprioritaskan kuota solar untuk mobil plat kuning, karena kendaraan ini digunakan untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat setiap hari,” ujarnya.

‎‎Ia berharap persoalan kelangkaan solar dapat segera diatasi sehingga aktivitas transportasi kembali berjalan normal dan pelayanan kepada masyarakat tidak terdampak oleh keterbatasan pasokan BBM. [arn]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI