DIALEKSIS.COM | Tajuk - Musyawarah Daerah (Musda) XII Partai Golkar Aceh sejatinya bukan semata agenda rutin lima tahunan untuk memilih ketua. Ia adalah panggung pertaruhan moral dan arah masa depan partai di tengah krisis kepercayaan publik terhadap elite politik.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Andi Harianto Sinulingga, tokoh asal Aceh yang telah lama berkiprah di Jakarta, dikenal memiliki jaringan pergaulan yang luas di tingkat nasional. Hubungan persahabatannya dengan berbagai tokoh bangsa, termasuk Anies Rasyid Baswedan -- mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus Calon Presiden pada Pilpres 2024 -- menjadi bukti nyata eksistensinya di panggung politik nasional.
DIALEKSIS.COM | Analisis - Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) ke - 12 Golkar Aceh yang dijadwalkan akhir Juni 2025, suhu politik lokal semakin memanas. Sejumlah kandidat mulai bergerak meraih dukungan pusat, namun hingga kini “belum ada kepastian dari Ketua Umum Golkar atau DPP” soal arah restu. Semua mata kader dan simpatisan tertuju pada Bahlil Lahadalia selaku Ketua Umum.
DIALEKSIS.COM | Kolom - Partai Golkar pernah menjadi simbol kekuatan politik nasional di masa Orde Baru, mendominasi panggung politik di bawah kendali Presiden Soeharto. Pascareformasi, meskipun sempat terancam dibubarkan, Golka
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Aceh, tuntutan akan kepemimpinan yang berintegritas, loyal, dan berkapasitas semakin mengemuka.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Aceh akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-12 pada Juni 2025 mendatang.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar mengeluarkan instruksi tegas yang melarang seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar provinsi di Indonesia untuk melakukan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar kabupaten/kota, kecuali dalam kondisi tertentu.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Aceh akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-12 pada Juni 2025 mendatang. Agenda ini menjadi momen penting bagi Partai Golkar Aceh dalam menata ulang strategi dan kepemimpinan, menyusul berakhirnya masa kepengurusan periode 2020-2025 di bawah Ketua Teuku Muhammad Nurlif dan Sekretaris Ali Basrah.
DIALEKSIS.COM | Tajuk - Partai Golkar Aceh tengah bersiap menghadapi Musyawarah Daerah (Musda) ke-12, sebuah momentum krusial yang akan menentukan arah partai di tanah Serambi Mekkah. Di tengah hiruk-pikuk perebutan kursi ketua, ada satu prinsip yang tak boleh terabaikan: Golkar adalah partai kader. Bukan sekadar organisasi yang mengakomodasi kepentingan pragmatis, melainkan entitas yang dibangun dari darah, keringat, dan kesetiaan para kadernya.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Steering Committee (SC) Musda ke - 12 Partai Golkar Aceh, Syukri Rahmat, menegaskan bahwa seluruh kader dan pengurus partai wajib menghormati keputusan internal partai terkait penetapan calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Aceh. Pernyataan ini disampaikan menanggapi maraknya penolakan dari sejumlah pengurus dan kader terhadap calon yang diusung oleh Ketua Umum Partai Golkar.
DIALEKSIS.COM | Bireuen - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh (PA) Kabupaten Bireuen mengikrarkan akan mengusung calon Bupati Bireuen sendiri di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 mendatang.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Pertarungan kursi di DPR Aceh berdasarkan real count KPU yang diupdate pada Senin 26 Februari 2024 pada pukul 13:00:00 dengan progress 62,10 persen, Partai Aceh dan Golkar berpeluang besar masing-masing meraih dua kursi.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Spanduk yang bertuliskan mendukung Airlangga Hartarto jadi Calon Presiden (Capres) pada Pilpres 2024 bertebaran di Aceh, khususnya di Kota Banda Aceh. Pada spanduk tersebut juga tertulis menolak mantan koruptor jadi pemimpin di Aceh.
Interaksi politik Hendra Budian dan Nurlif kian menjadi fenomena berpolitik di Aceh kekinian yang menarik. Apalagi dalam konteks Golkar yang cukup liat dalam mempertahankan eksistensi dirinya pada pasca Reformasi 1998. Namun, rupanya takdir Tuhan menempatkan Akbar Tanjung sebagai ketum sehingga Golkar dapat tetap berjaya.