Senin, 18 Mei 2026
Beranda / /

  • M. Nasir: Tangan Kanan di Balik Penanganan Banjir Aceh
    Opini | 3 bulan lalu
    M. Nasir: Tangan Kanan di Balik Penanganan Banjir Aceh

    DIALEKSIS.COM | Opini - Aceh kembali diuji oleh siklus alam yang kian tak menentu. Sepanjang akhir tahun 2026 dan awal tahun 2026, curah hujan ekstrem telah mengubah lanskap pemukiman di pesisir timur dan barat Aceh menjadi hamparan genangan yang melumpuhkan urat nadi kehidupan. Banjir bukan lagi sekadar tamu tahunan, ia telah bertransformasi menjadi krisis kemanusiaan yang menuntut ketangguhan birokrasi di titik tertingginya. Di tengah suara sirine evakuasi dan tangis warga yang kehilangan harta benda, publik seringkali hanya menatap permukaan, mencari siapa yang berdiri paling depan di depan kamera.

  • Tanya Kabar Penuh Horor, "Peue Na Udep Lampu?"
    Kolom | 5 bulan lalu
    Tanya Kabar Penuh Horor, "Peue Na Udep Lampu?"

    DIALEKSIS.COM | Kolom - Banda Aceh sedang tidak baik-baik saja. Banjir bandang dan tanah longsor yang menyapu banyak wilayah di Aceh juga ikut berdampak ke ibukota provinsi paling barat NKRI. Bencana akhir November lalu juga menghantam Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

  • Gibran Kunjungi Aceh Tamiang, Presiden Fokus ke Bener Meriah-Aceh Tengah
    Pemerintahan | 5 bulan lalu
    Gibran Kunjungi Aceh Tamiang, Presiden Fokus ke Bener Meriah-Aceh Tengah

    DIALEKSIS.COM | Aceh - Dialeksis mendapat informasi bahwa Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang pada 10 Desember 2025, sebelum melanjutkan kegiatan ke Kabupaten Gayo Lues. Kunjungan itu merupakan rangkaian pemantauan pasca-bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan sekitarnya. 

  • Aceh Bangkit Kembali Pasca-Gulungan Banjir Bandang
    Opini | 5 bulan lalu
    Aceh Bangkit Kembali Pasca-Gulungan Banjir Bandang

    DIALEKSIS.COM | Opini - Bencana hidrometeorologi yang melanda tiga wilayah strategis di Pulau Sumatera, Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Padang (Sumatera Barat) pada akhir November 2025 bukan lagi sekadar peristiwa alam lokal. Rangkaian banjir bandang dan tanah longsor ini telah berkembang menjadi sebuah musibah nasional dengan dampak multidimensi: korban jiwa yang besar, kerusakan infrastruktur kritis secara masif, isolasi wilayah luas, gangguan ekonomi regional, dan penderitaan manusiawi yang mendalam.