DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Agusni AH menenun filosofi hidup melalui tiga puisi yang saling berjalin dalam satu napas makna: “Mengira”, “Retak”, dan “Kita Adalah Unsur”.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Agusni AH, penyair asal Aceh sekaligus Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, menuliskan tiga puisi Ceruk Bumi, Ngarai Rindu, dan Menyigi Luka yang berdenyut dalam satu napas yang sama. Ketiganya tidak sekadar hadir sebagai karya yang berdiri sendiri, melainkan menjelma menjadi alur batin dalam satu lanskap jiwa yang saling bertaut; sebuah perjalanan eksistensial manusia dalam menghadapi luka, rindu, dan pencarian makna atas seluruh rasa dalam riwayat hidupnya.