DIALEKSIS.COM | Tajuk - Secara geografis, jarak dari Banda Aceh ke Sumatera Utara bukan perkara jauh. Perjalanan darat dengan bus hanya membutuhkan waktu 11 hingga 12 jam. Jika naik pesawat, waktunya bahkan tak sampai satu setengah jam.
DIALEKSIS.COM | Singkil - Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem bergerak menuju Pulau Panjang.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Koalisi NGO HAM Aceh menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema “Mengawal Kebijakan Pemerintah Terkait Pengembalian 4 Pulau: Memberi Dampak Positif untuk Aceh” pada Kamis (26/6/2025) di Morden Coffee. Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber utama: Direktur ForBina M. Nur, Pengamat Sosial dan Sosial Usman Lamreung, serta Direktur Koalisi NGO HAM Aceh Khairil Arista.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Tak hanya dicintai oleh rakyatnya sendiri, sosok Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang lebih akrab disapa Mualem, kini mulai menuai simpati dan kebanggaan dari berbagai penjuru Indonesia.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat kisah hubungannya dengan Muzakir Manaf dari awalnya berseteru menjadi bersatu di Rusia.
Kisah tentang Mualem ini disebutnya karena terinspirasi dari langkah Nelson Mandela yang menempuh jalan rekonsiliasi dengan mantan musuhnya.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Bagi Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) kisruh empat pulau sudah rampung, berbagai desas-desus mengenai motif perebutan pulau itu masih berkabut. Salah satunya potensi minyak dan gas bumi yang melimpah di lepas pantai pulau-pulau tersebut. “Keempat pulau itu punya potensi sumber daya alam,” katanya.
DIALEKSIS.COM| Banda Aceh - Aryos Nivada, pengamat politik dan keamanan memberikan penjelasan seputar adanya pernyataan anggota DPRA yang menyebutkan dokuman asli pemerintah Aceh tidak tersedia, tentang 4 pulau yang disengkatan. Benarkah?
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh, Makhyaruddin Yusuf, memberikan apresiasi tinggi terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto yang secara resmi menetapkan empat pulau yang sebelumnya menjadi sengketa antara Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara, sebagai bagian dari wilayah administratif Aceh.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Polemik yang sempat memanas soal pengalihan empat pulau dari Provinsi Aceh ke Provinsi Sumatera Utara kini telah mereda.
Empat pulau tersebut yaitu Pulau Mangkir Besar, Mangkir Kecil, Pulau Lipan, dan Pulau Panjang akhirnya kembali ke pangkuan Aceh setelah intervensi langsung Presiden RI Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh nasional.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Luwa Nanggroe, T Emi Syamsyumi atau yang dikenal dengan Abu Salam, melalui Juru Bicara Umar Hakim Ilhami, menyampaikan penghormatan tertinggi atas keberhasilan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) memperjuangkan kembalinya empat pulau sengketa--Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek--ke pangkuan Tanah Rencong.
DIALEKSIS.COM | Nasional - Sengkarut status empat pulau di perbatasan Aceh dan Sumatera Utara akhirnya menemukan ujung. Setelah bertahun-tahun tarik ulur administrasi dan saling klaim kewenangan, pemerintah pusat resmi menetapkan keempat pulau”Panjang, Lipan, Mangkir Gadang, dan Mangkir Ketek sebagai bagian dari wilayah Provinsi Aceh.
DIALEKSIS.COM | Tajuk - Di tangan Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, debu sejarah Aceh bergerak. Empat pulau yang terserak di peta sengketa panjang, Lipan, Mangkir Gadang, dan Mangkir Ketek kini resmi kembali ke pangkuan Serambi Mekkah. Keputusan Presiden Prabowo Subianto, 17 Juni 2025, bukan sekadar koreksi batas. Ia adalah monumen diplomasi: tajam data, peka politik, dan menghidupkan denyut “hubbul wathan” (cinta tanah air) di jantung rakyat Aceh.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah berlandaskan pada dasar-dasar dokumen yang dimiliki pemerintah, telah mengambil keputusan bahwa keempat pulau tersebut secara administratif masuk wilayah Aceh. Keputusan ini berdasarkan dokumen milik Pemerintah Provinsi Aceh, Sekretariat Negara (Setneg), dan juga Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Polemik soal empat pulau antara Aceh dan Sumatera Utara akhirnya menemukan titik terang. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan akan segera merevisi Kepmendagri Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sekaligus Ketua Fraksi NasDem, Nurchalis, merasa terharu dan bersyukur atas kembalinya empat pulau Aceh yang sebelumnya sempat diklaim sebagai wilayah Sumatera Utara.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sekretaris DPD Partai Demokrat Aceh Arif Fadillah, S.I.Kom., M.M., menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, atas keputusan tegas dengan menetapkan empat pulau sengketa -- Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek -- sebagai bagian integral dari wilayah administratif Provinsi Aceh.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memberikan apresiasi tinggi terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan empat pulau yang selama ini menjadi objek sengketa antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) sebagai bagian sah dari wilayah Aceh. Keempat pulau tersebut adalah Pulau Mangkir Kecil, Pulau Mangkir Besar, Pulau Panjang, dan Pulau Lipan.
DIALEKSIS.COM | Redelong - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Bener Meriah menyatakan penolakan tegas terhadap rencana pembangunan empat batalyon militer di Aceh serta pengalihan empat pulau Aceh ke wilayah administrasi Sumatera Utara.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Di tengah riuh wacana pemetaan wilayah dan tafsir hukum administrasi, seorang konten kreator muda bernama Fathian Puja Kesuma angkat bicara melalui akun media sosialnya, mengulas secara tajam dan gamblang bahwa persoalan ini jauh lebih dalam daripada sekadar masalah batas wilayah.
DIALEKSIS.COM | Tajuk - Semua mata sedang melihat Tito Karnavian sebagai tersalah. Tersalah karena keputusannya memindahkan 4 pulau milik Aceh ke wilayah administrasi Tapanuli Tengah, Sumatera Utara telah memicu kemarahan rakyat Aceh.