DIALEKSIS.COM | Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa hingga awal Juni 2025, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam musim hujan. Hanya sekitar 19 persen zona musim yang telah memasuki musim kemarau, menandai kemunduran signifikan dari pola iklim normal tahunan.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem dan kondisi kelautan berpotensi membahayakan di wilayah Indonesia Timur dalam beberapa hari ke depan. Peringatan ini dikeluarkan menyusul pemantauan bibit siklon tropis 96S di Laut Timor yang berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dalam 24 - 48 jam mendatang.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya dua siklon tropis yang berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di perairan Indonesia. Kedua siklon tersebut adalah Trami yang berada di Laut Cina Selatan dan Kong-Rey yang terpantau di Laut Filipina.
DIALEKSIS.COM | Nasional - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah Indonesia sampai 1 Agustus 2024. Meski saat ini Indonesia tengah memasuki puncak musim kemarau, sejumlah daerah diprediksi akan mengalami curah hujan tinggi.
DIALEKSIS.COM | Nasional - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengumumkan bahwa Indonesia diperkirakan akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei hingga Juni 2024, setelah berada pada puncak musim hujan saat ini.
DIALEKSIS.COM | Nasional - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan 18 provinsi masuk kategori waspada bencana hidrometeorologi yakni banjir hingga banjir bandang dampak dari potensi hujan lebat. Ini berdasarkan prakiraan berbasis dampak hujan lebat wilayah Indonesia periode 5 sampai 6 Juni 2022.
DIALEKSIS.COM | Nasional - Peristiwa angin kencang melanda Desa Karanggedang, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah pada hari ini Jumat (4/2) pada pukul 16.30 WIB. Peristiwa itu menyebabkan 23 unit rumah milik 23 KK mengalami kerusakan.