Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / /

  • Safaruddin: JKA Harus Dijaga sebagai Martabat Keistimewaan Aceh
    Pemerintahan | 8 hari lalu
    Safaruddin: JKA Harus Dijaga sebagai Martabat Keistimewaan Aceh

    DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Bupati Aceh Barat Daya, Dr. Safaruddin, S.Sos., M.S.P., menegaskan bahwa polemik Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) perlu ditempatkan secara jernih, proporsional, dan bermartabat. Pandangan itu ia sampaikan melalui tulisan opini berjudul “JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh” yang dipublikasikan di aceh.tribunnews.com pada 6 Mei 2026.

  • Indomaret Masuk Abdya: Siapa Untung, Siapa Tergusur?
    Celoteh-warga | 9 bulan lalu
    Indomaret Masuk Abdya: Siapa Untung, Siapa Tergusur?

    DIALEKSIS.COM | Blangppidie - Ketika dua gerai Indomaret resmi dibuka di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada Senin (4/8/2025), sambutan meriah terdengar dari podium kekuasaan. Disisi lain, bisik-bisik kecemasan mulai mengalir diantara pemilik gerai lokal, kios kelontong, penjual eceran, dan pelaku UMKM yang merasa terancam tenggelam dibalik gemerlap rak rapi dan diskon 20%.

  • Takdir Safaruddin
    Soki | 1 tahun lalu
    Takdir Safaruddin

    DIALEKSIS.COM | Soki - Takdir manusia sudah tertulis di lauhul mahfudz. Termasuk takdir politik Dr. Safaruddin, S.Sos., M.S.P. Sosok muda, energik, cerdas, serta mengerti agama ini dilantik jadi Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam Rapat Paripurna DPRK, Minggu (17/2/2025) malam. 

  • Akun Facebook Palsu Klaim Milik Bupati Abdya Terpilih, Safaruddin: Itu Hoaks
    Aceh | 1 tahun lalu
    Akun Facebook Palsu Klaim Milik Bupati Abdya Terpilih, Safaruddin: Itu Hoaks

    DIALEKSIS.COM | Blangpidie - Sebuah akun Facebook bernama ‘Safaruddin Centre’ yang mengklaim diri sebagai milik Bupati Abdya terpilih, Safaruddin, tengah viral di media sosial. Akun tersebut telah mengirimkan pesan kepada sejumlah pengguna Facebook dengan tujuan perkenalan. Namun, setelah ditelusuri, akun yang menampilkan foto Safaruddin bersama Zaman Akli tersebut ternyata palsu dan bukan milik Safaruddin.