Jum`at, 26 Juni 2026
Beranda / Sosok Kita / Profil Lengkap Sosok Kapolda Baru Polda Aceh Brigjen Pol Ruddi Setiawan

Profil Lengkap Sosok Kapolda Baru Polda Aceh Brigjen Pol Ruddi Setiawan

Jum`at, 26 Juni 2026 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Brigjen Pol Ruddi Setiawan sebagai Kapolda Aceh menggantikan Irjen Pol Marzuki Ali Basyah. Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | Aceh - Kepemimpinan di tubuh Kepolisian Daerah (Polda) Aceh resmi berganti. Kapolri menunjuk Brigjen Pol Ruddi Setiawan sebagai Kapolda Aceh menggantikan Irjen Pol Marzuki Ali Basyah yang memasuki masa purnabakti. Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335/VI/KEP./2026 yang ditandatangani Asisten Kapolri Bidang SDM, Irjen Pol Anwar.

Penunjukan tersebut menjadi babak baru perjalanan karier Ruddi Setiawan, seorang perwira tinggi Polri yang memiliki hubungan emosional cukup kuat dengan Aceh. Sebelum dipercaya memimpin Polda Aceh, ia menjabat Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri sejak Februari 2026 setelah sebelumnya mengemban amanah sebagai Direktur Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN).

Di balik karier nasionalnya, Brigjen Ruddi bukan sosok asing bagi masyarakat Aceh. Meski lahir pada 24 September 1974, masa pendidikan dasarnya justru ditempuh di Kabupaten Aceh Tenggara. Ia menyelesaikan pendidikan SD, SMP hingga SMA di Kutacane. Kedekatan itu masih terjaga hingga kini melalui keterlibatannya dalam paguyuban Ikatan Masyarakat Aceh Tenggara (IKMAT) Jakarta.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996 itu dikenal sebagai perwira yang tumbuh dari jalur reserse. Hampir tiga dekade pengabdiannya didominasi penanganan tindak pidana khusus, pemberantasan narkotika hingga pembinaan organisasi kepolisian.

Karier Ruddi dimulai dari lingkungan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya sebagai Kanit III Subdit II Ditresnarkoba. Pengalaman panjang sebagai penyidik kemudian membawanya menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai Pamen Polda Metro Jaya pada 2011, Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Metro Jaya tahun 2013 hingga Kapolsek Metro Penjaringan pada 2015.

Karier kewilayahannya terus menanjak ketika dipercaya menjadi Kapolres Badung, Bali, pada 2016. Setahun berselang ia menjabat Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bali sebelum kemudian dipercaya memimpin Polresta Denpasar pada 2018.

Pada 2020, Ruddi kembali ke Mabes Polri sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya Bareskrim Polri dan Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Tertentu. Setahun kemudian, ia memperoleh penugasan penting sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh.

Penugasan di Aceh menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya. Selama memimpin Ditresnarkoba Polda Aceh, Ruddi menangani berbagai pengungkapan jaringan narkotika lintas provinsi. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting ketika dipercaya mengisi jabatan Direktur Intelijen BNN pada 2022 dan kemudian Direktur Narkotika BNN pada 2024.

Rekam jejaknya yang panjang dalam pemberantasan narkotika membuat Ruddi dikenal sebagai salah satu spesialis penyidik narkoba di lingkungan Polri. Pengalaman tersebut dipandang relevan dengan tantangan keamanan Aceh yang selama ini masih menjadi salah satu jalur strategis peredaran narkotika internasional.

Selain pengalaman operasional, Ruddi juga memperkuat kapasitas kepemimpinannya melalui pendidikan strategis di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada 2025. Pendidikan tersebut memperluas perspektifnya mengenai strategi pertahanan nasional, keamanan, serta sinergi antarlembaga negara dalam menghadapi tantangan keamanan modern.

Di luar tugas kedinasan, Ruddi juga pernah mendapat perhatian publik karena tampil dalam film aksi bertema pemberantasan kejahatan berjudul Tanpa Ampun. Meski demikian, ia menegaskan pengabdian sebagai anggota Polri tetap menjadi panggilan utama dalam kariernya.

Di lingkungan internal kepolisian, Ruddi dikenal sebagai pemimpin yang mengedepankan pendekatan profesional sekaligus humanis. Rekan-rekannya mengenal sosok yang mudah berbaur dengan anggota, gemar turun langsung ke lapangan, serta menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama.

Penunjukan Ruddi sebagai Kapolda Aceh juga dinilai membawa nilai simbolis tersendiri. Selain pernah bertugas di Aceh sebagai Dirresnarkoba, ia juga memiliki ikatan emosional dengan Aceh Tenggara karena menempuh pendidikan sejak usia dini di Kutacane. Kedekatan itu diharapkan menjadi modal sosial dalam membangun komunikasi dengan masyarakat Aceh.

Sebagai Kapolda Aceh yang baru, tantangan yang menanti Ruddi tidak ringan. Selain menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, ia juga dihadapkan pada agenda pemberantasan narkotika, penguatan pelayanan publik, penegakan hukum yang profesional, serta menjaga kondusivitas menjelang berbagai agenda pembangunan daerah.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes