Beranda / Sosok Kita / Jaka Rasyid Mantan Wartawan yang Melangkah ke Dunia Politik

Jaka Rasyid Mantan Wartawan yang Melangkah ke Dunia Politik

Selasa, 26 Juli 2022 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Baga

Jaka Rasyid. [Foto: Ist]

DIALEKSIS.COM - Dalam dunia jurnalistik, khususnya di Aceh dia sudah malang melintang. Sudah banyak “asam garam” yang dilaluinya sebagai wartawan. Prediket wartawan Madya hasil Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sudah diraihnya. 

Jabatan Redaktur dan Pimred sudah sebagai sosok penentu dalam sebuah media sudah menjadi bagian hidupnya. Dia terbilang wartawan senior, sudah menekuni dunia jurnalistik sejak 2005 silam.

Kini namanya muncul dalam kancah perpolitikan Aceh, dia dipercayakan sebagai Sekretaris Dewan Wilayah Aceh dari partai baru, Partai Prima. Lelaki yang lahir dan tumbuh besar di kota Naga Tapak Tuan ini mulai meramaikan dunia perpolitikan di Aceh.

Namanya Jaka Rasyid. Dia selama ini dikenal sebagai wartawan yang juga punya talenta dalam dunia perpolitikan. Walau belum resmi dan terjun dalam dunia politik, namun aksinya sudah kental dengan muatan politik.

Dia pernah menjadi saksi Presiden Jokowi ketika dilangsungkan Pilres lalu. Lelaki yang hobi menyeruput kopi ini “bagaikan” menghilangkan basicnya sebagai orang ahli pertanian yang merupakan jebolan Unsyiah.

Jaka Rasyid dilahirkan di Aceh Selatan pada 24 Juli 1978, kini usianya genap 43 tahun, masih terbilang energik dalam dunia politik. Dia menekuni dunia jurnalistik sejak 11 Januari 2005 bersama harian Waspada.

Media nasional yang berpusat di Medan ini telah menempanya sebagai wartawan professional. Dia tercatat sebagai anggota PWI Aceh dan berbagai ujian jenjang wartawan sudah dilaluinya.

Kemudian Jaka Rasyid beberapa tahun lalu hijrah ke beberapa media, sempat menjadi Pimpinan Redaksi Media Online Dialeksis.com dan kini dia owner dari media Ruang Berita Online.

Jaka Rasyid juga suka berbisnis, dan dia termasuk pendiri organisasi Titik Demokrasi. Dia juga sosok yang berkecimpung dalam urusan membantu kegiatan pemerintah pusat.

Kiprahnya dalam dunia politik walau belum terjun resmi ke partai politik sebenarnya sudah lama menjadi bahagian keseharianya. Dia pernah menjadi aktifis tim advokasi politik untuk petani dan nelayan lewat Gerbang Tani, sebuah lembaga otonom dibawah bendera Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ketika dilangsungkan Pilpres 2019 lalu, namanya di Aceh turut dibicarakan. Dia getol bersuara dan melakukan kampanye untuk kemenangan Presiden Jokowi. Dia memanfaatkan kekuatan untuk mengumpulkan pundi-pundi suara.

Jaka Rasyid menempuh pendidikan SD di SDN4 Tapaktuan, kemudian dilanjutkan di SMP 1 dan SMA 1 Tapaktuan, usai dari sana dia bergelut sebagai aktivis ketika mengecap bangku kulian di Universitas Syiah Kuala di Fakultas Pertanian pada tahun 1996.

Namun dia lebih condong ke dunia politik, apalagi ketika menjadi wartawan dia lebih menyukai berita-berita yang bermuatan politik, sehingga jiwa perpolitikan muncul dan kini dia resmi menunjukan dirinya sebagai bagian dari dunia politik.

Jaka Rasyid dilantik menjadi Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Aceh Partai Prima dengan surat Nomor: SK-05.P-1.34/DPP-PRIMA/XII/Tahun 2021.

Lelaki berkacamata ini menjawab Dialeksis menyebutkan dia akan mengemban amanah itu dengan penuh tanggung jawab. Partai baru ini bisa hadir di Aceh, merupakan sebuah kebahagian baginya.

“Untuk memajukan Partai Prima, hal yang harus dilakukan yaitu membenahi partai. Merapikan internalnya. Karena partai Prima itu partai baru,” sebutnya kepada Dialeksis.com.

Dia bersama tim di partainya akan melakukan penguatan struktur, kampanye terkait penguatan informasi partai, serta mengenailkan visi misi partai agar diterima oleh masyarakat Aceh.

Partai Prima merupakan partai baru, tentu harus menyerap banyak aspirasi apa yang dibutuhkan masyarakat. Salah satunya dari akademisi dan para tokoh masyarakat agar terarah dan terukur apa yang perlu diperjuangkan.

"Artinya, persamaan pemahaman kita dengan masyarakat itu sama atau tidak, kalau sudah sama tinggal jalan. Bila sudah sefaham, saat pemilu pasti orang-orang yang akan ke partai Prima. Karena Prima Aceh diisi oleh orang Aceh sendiri,” sebutnya.

Lelaki yang gemar menulis ini sudah menempatkan dirinya sebagai politikus. Wartawan kompeten dengan basic pendidikan Fakultas Pertanian, ternyata lebih menggemari dunia hingar bingar perpolitikan.(Bahtiar Gayo)

Keyword:


Editor :
Akhyar

riset-JSI
Komentar Anda