Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Gaya Hidup / Seni - Budaya / Tak Sekadar Dipamerkan, Koleksi Kain Aceh Jalani Perawatan Konservasi

Tak Sekadar Dipamerkan, Koleksi Kain Aceh Jalani Perawatan Konservasi

Senin, 09 Maret 2026 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Museum Aceh melakukan konservasi dan perawatan koleksi kain tradisional Aceh. [Foto: Museum Aceh/Disbudpar Aceh]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Museum Aceh rutin melakukan konservasi dan perawatan koleksi kain tradisional Aceh. Kegiatan ini bertujuan menjaga kondisi fisik serta nilai sejarah kain-kain tradisional Aceh agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Konservasi dan perawatan koleksi kain dilakukan melalui beberapa tahapan. Proses diawali dengan pemeriksaan kondisi kain untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan, baik akibat usia, kelembapan, maupun serangan mikroorganisme. Setelah itu, dilakukan pembersihan kering secara hati-hati, dilanjutkan dengan penanganan khusus sesuai jenis bahan dan tingkat kerentanannya.

Penata Pameran Museum Aceh, Leini Marnidar, mengatakan bahwa perawatan koleksi tekstil membutuhkan ketelitian tinggi karena kain merupakan benda koleksi yang sangat sensitif terhadap cahaya, suhu, dan kelembapan.

“Setiap kain memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, proses konservasi tidak bisa disamaratakan. Kami menyesuaikan metode perawatan dengan jenis serat, pewarna, dan kondisi masing-masing kain,” kata Leini.

Ia menjelaskan, Museum Aceh memiliki 2.383 koleksi Etnografika. Di dalamnya terdapat kain tradisional Aceh berupa songket, kain sulam, tenun, busana adat, serta berbagai tekstil etnografis lain yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Sebagian koleksi tersebut telah berusia puluhan hingga ratusan tahun sehingga memerlukan perawatan rutin dan berkelanjutan.

Menurut Leini, konservasi tidak hanya bertujuan menjaga tampilan fisik koleksi, tetapi juga mempertahankan informasi budaya yang terkandung di dalamnya. 

“Kain bukan sekadar benda, tetapi juga merekam sejarah, identitas, dan kearifan lokal masyarakat Aceh,” ujarnya.

Museum Aceh berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya pelestarian koleksi, termasuk melalui peningkatan kapasitas konservator dan penerapan standar perawatan museum sesuai kaidah konservasi. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI