Logo Dialeksis
Beranda / Gaya Hidup / Seni - Budaya / Permintaan Batik Aceh Meningkat, Ini Empat Motif Paling Banyak Diminati

Permintaan Batik Aceh Meningkat, Ini Empat Motif Paling Banyak Diminati

Minggu, 26 Januari 2020 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ikbal Fanika

Pengrajin batik Aceh sedang menyelesaikan proses pembuatan motif batik Aceh di Rumoh Batik Aceh, Desa Meunasah Manyang, Kec. Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (24/01/2020). Jumlah pesanan batik Aceh akhir-akhir ini meningkat usai surat edaran Plt. Gubernur Aceh kepada setiap instansi dan jajarannya untuk menggunakan produk lokal. [Foto: Dialeksis/Ikbal Fanika]


DIALEKSIS.COM | Aceh Besar - Permintaan busana batik Aceh mengalami peningkatan setiap harinya. Rumoh Batik Aceh banjir pesanan usai himbauan Plt. Gubernur Aceh kepada seluruh kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) agar menggunakan batik Aceh yang merupakan produk lokal beberapa waktu lalu.

Pengawas Batik di Rumoh Batik Aceh, Oliya M, mengatakan bahwa pihaknya kewalahan melayani permintaan yang kian meningkat. 

"Kami selalu menerima pemesanan dari kantor-kantor pemerintah dan swasta dalam jumlah yang besar, sekarang kami sedang mengerjakan pesanan dari Bank Aceh sebanyak 2 ribu potong", ujarnya pada Dialeksis.com, Jumat (24/01) di Rumoh Batik Aceh, Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.  

Rumoh Batik Aceh milik Dekranasda Provinsi Aceh ini rutin memproduksi batik khas Aceh, seperti motif pucok rebong, pintu Aceh, rencong dan motif Gayo, dan motif lainnya. 

"Yang paling bayak diminati sekarang itu adalah motif-motif seperti pucok rebong, pintu Aceh, rencong dan motif Gayo", jelas pria yang akrab di sapa Ool ini.  

Batik Aceh dikenal dengan mempunyai ciri berupa motifnya yang khas, strukturnya yang jarang, dan warna mencolok. "Batik Aceh ini sangat bagus, karena penggunaan batik bukan hanya tingkat lokal saja, tapi di seluruh mancanegara sudah mengenakan batik, kalau kita berani memainkan warna, motif yang bagus insyaallah akan berjalan," ungkap pria asal Cirebon ini. 

Beberapa motif batik aceh terpajang di museum Rumoh Aceh, di Desa Meunasah Manyang, Kec. Ingin Jaya, Aceh Besar . [Foto: Dialeksis.com/Ikbal Fanika]

Rumah Batik Aceh, mempekerjakan 11 orang tenaga kerja lokal, pekerjaan mereka dibagi ke beberapa bagian, mulai dari persiapan bahan baku, cap menggunakan lilin, pewarnaan kain, menembok, lorot (meluruhkan lilin pada kain) dan penjemuran.  

"Kalau lagi tidak ada pemesanan kami bikin stok untuk pegawai kantor, karena batik pasti laku dan tidak basi, kemudian batik semakin lama disimpan semakin bagus", pungkasnya. 

Untuk harga batik Aceh itu sendiri bervareasi, mulai Rp. 150 ribu hingga jutaan rupiah per potong tergantung jenis kain dan motifnya. (if) 

Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda