Sabtu, 08 Agustus 2026
Beranda / Gaya Hidup / Seni - Budaya / Museum Aceh Tambah 3 Koleksi Perang, Jadi Media Belajar Sejarah Generasi Muda

Museum Aceh Tambah 3 Koleksi Perang, Jadi Media Belajar Sejarah Generasi Muda

Sabtu, 08 Agustus 2026 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Tiga koleksi yang dihibahkan ke museum Aceh memiliki keterkaitan dengan perjalanan sejarah Aceh dan Indonesia. [Foto: Museum Aceh]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Museum Aceh mendapat tambahan tiga koleksi bersejarah dari kolektor asal Belanda, Mark Peter van Klinken. Benda-benda tersebut diharapkan dapat menjadi media pembelajaran sejarah yang lebih menarik bagi generasi muda.

Kurator Museum Aceh, Nurhawani, mengatakan tiga koleksi yang dihibahkan memiliki keterkaitan dengan perjalanan sejarah Aceh dan Indonesia. 

Koleksi itu terdiri atas Perisai Rotan Aceh (Rattan Shield) yang digunakan pada masa Perang Aceh, Medali Perang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949, serta Lencana Ekspedisi Belanda di Aceh (Expedition Cross) yang berkaitan dengan operasi militer kolonial Belanda di Aceh pada awal abad ke-20.

"Ketiga koleksi ini dapat memperkaya bahan pembelajaran sejarah di Museum Aceh," kata Nurhawani yang dilansir pada Sabtu (8/8/2026).

Menurutnya, benda bersejarah memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan hanya membaca informasi dari buku. Pengunjung dapat melihat secara langsung benda yang berkaitan dengan perjuangan rakyat Aceh dan perjalanan bangsa Indonesia menghadapi kolonialisme.

Kehadiran koleksi tersebut juga dapat membantu generasi muda memahami bahwa sejarah tidak hanya berupa tanggal dan peristiwa, tetapi memiliki cerita tentang keberanian, keteguhan, serta perjuangan para pendahulu.

"Benda-benda koleksi tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga mengandung pesan tentang keberanian, keteguhan, dan semangat juang para pendahulu. Nilai-nilai inilah yang penting dikenalkan kepada generasi muda agar mereka memahami akar budaya dan identitas bangsanya," ujar Nurhawani.

Nurhawani menilai pembelajaran sejarah melalui museum semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Museum dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mempelajari sejarah melalui benda-benda autentik yang memiliki keterkaitan langsung dengan peristiwa masa lalu.

Melalui koleksi tersebut, generasi muda diharapkan dapat memahami perjalanan panjang perjuangan rakyat Aceh dan bangsa Indonesia hingga mencapai kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Pembelajaran di museum juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran untuk menghargai jasa para pahlawan. Nilai perjuangan yang terkandung dalam setiap koleksi dapat menjadi bahan refleksi sekaligus pembelajaran bagi generasi sekarang.

Dengan tambahan koleksi bersejarah tersebut, Museum Aceh diharapkan semakin kuat menjalankan fungsi sebagai pusat edukasi sejarah dan budaya. Museum tidak hanya menjadi tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang belajar yang membantu generasi muda mengenal identitas, budaya, dan perjalanan perjuangan bangsa. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI