Rabu, 24 Juni 2026
Beranda / Gaya Hidup / Seni - Budaya / Komitmen Literasi dan Budaya, Banda Aceh Raih Anugerah Cakrawala Penyair Nusantara 2026

Komitmen Literasi dan Budaya, Banda Aceh Raih Anugerah Cakrawala Penyair Nusantara 2026

Selasa, 23 Juni 2026 09:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, mewakili Pemerintah Kota Banda Aceh menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, yang sebelumnya membuka secara resmi Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh 2026. [Foto: Prokopim BNA]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mendukung pengembangan literasi, sastra, dan kebudayaan kembali mendapat pengakuan.

Pada rangkaian Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh 2026, Kota Banda Aceh menerima Anugerah Cakrawala Penyair Nusantara yang diserahkan dalam seremoni yang berlangsung di Aula Keurukon, Kompleks Istana Wali Nanggroe, Senin (22/6/2026) malam.

Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, mewakili Pemerintah Kota Banda Aceh. Dalam prosesi penganugerahan, penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, yang sebelumnya membuka secara resmi Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh 2026.

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri para penyair, budayawan, akademisi, serta delegasi dari berbagai daerah dan sejumlah negara sahabat.

Anugerah Cakrawala Penyair Nusantara diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada daerah yang dinilai memiliki komitmen dan perhatian terhadap pengembangan sastra, literasi, serta pelestarian kebudayaan sebagai bagian penting dari pembangunan masyarakat.

Usai menerima penghargaan, Afdhal Khalilullah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada Kota Banda Aceh. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil dari kerja bersama berbagai pihak dalam membangun iklim literasi dan kebudayaan yang terus tumbuh di ibu kota Provinsi Aceh.

“Penghargaan ini bukan hanya pemerintah, tetapi juga milik seluruh masyarakat Banda Aceh yang terus menjaga, merawat, dan menghidupkan tradisi intelektual serta kebudayaan yang menjadi identitas kota kita. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendukung ruang-ruang kreatif, literasi, dan kegiatan kebudayaan yang memberi manfaat bagi generasi masa depan,” ujar Afdhal.

Ia menambahkan, sastra memiliki peran penting dalam membangun karakter, memperkuat nilai kemanusiaan, serta menjadi media untuk merawat memori dan peradaban bangsa. Karena itu, Pemko Banda Aceh akan terus membuka ruang kolaborasi bagi para pegiat seni, budayawan, komunitas literasi, dan generasi muda untuk berkarya serta berkontribusi bagi kemajuan daerah.

PPN XIV Aceh 2026 sendiri merupakan ajang sastra berskala internasional yang mempertemukan para penyair dari berbagai wilayah di Nusantara dan sejumlah negara sahabat. Forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan, penguatan jejaring kebudayaan, serta upaya mempererat hubungan antarbangsa melalui karya sastra.

Melalui penghargaan ini, Banda Aceh kembali menegaskan posisinya sebagai kota yang tidak hanya tumbuh dalam pembangunan fisik, tetapi juga terus memperkuat fondasi kebudayaan, literasi, dan peradaban sebagai bagian dari identitas serta arah pembangunan kota di masa depan.[r]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes