Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Politik dan Hukum / Pilchiksung Gampong Jeulingke, Kotak Suara Calon Nomor 3 Disiram Cairan Kimia Berbahaya

Pilchiksung Gampong Jeulingke, Kotak Suara Calon Nomor 3 Disiram Cairan Kimia Berbahaya

Minggu, 11 Januari 2026 21:15 WIB

Font: Ukuran: - +

Berita Acara Tambahan tentang Surat Suara pada Kotak Suara Calon Keuchik Nomor Urut 3 pada TPS 2 pada Pemilihan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Keuchik Gampong Jeulingke Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. [Foto: Dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pelaksanaan Pemilihan Geusyiek Langsung (Pilchiksung) serentak di Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, diwarnai insiden mengejutkan yang nyaris mencederai proses demokrasi di tingkat gampong.

Satu unit kotak suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 2 dilaporkan rusak parah setelah disiram cairan kimia berbahaya yang diduga kuat merupakan asam sulfat.

Peristiwa tersebut terjadi saat proses pencoblosan tengah berlangsung dan sontak mengundang kepanikan warga yang berada di sekitar TPS. Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, cairan kimia itu disiramkan langsung ke arah kotak suara hingga menyebabkan material kotak mengalami kerusakan serius.

“Kami melihat langsung kotak suaranya melepuh setelah disiram cairan itu. Reaksinya cepat sekali, makanya warga menduga itu asam sulfat,” ujar seorang warga yang berada di TPS 2 saat kejadian.

Kotak suara yang menjadi sasaran perusakan diketahui merupakan kotak suara milik calon Geusyiek nomor urut 3, Zulhan Hanfiah. Insiden tersebut sempat memicu ketegangan di antara warga dan pendukung calon, namun situasi berhasil dikendalikan oleh aparat keamanan yang sejak awal berjaga di lokasi.

Pelaku dalam kejadian ini diduga merupakan seorang oknum perangkat gampong setempat. Untuk mencegah terjadinya amuk massa, pelaku langsung diamankan dan dibawa ke Polsek Syiah Kuala guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Camat Syiah Kuala, T.M. Syukri menyebutkan, peristiwa perusakan kotak suara terjadi sekitar pukul 10.15 WIB dan menyebabkan proses pemungutan suara di TPS 2 sempat terhenti.

“Secara umum Pilchiksung berjalan aman dan tertib. Namun memang ada insiden di TPS 2 yang mengharuskan pemungutan suara tertunda sekitar 50 menit karena dilakukan penggantian kotak suara yang rusak,” ujar T.M. Syukri.

Terkait dugaan pelaku yang disebut-sebut sebagai oknum perangkat gampong, Camat Syiah Kuala menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

“Soal siapa pelakunya dan statusnya, itu ranah kepolisian. Kita tunggu hasil penyelidikan resmi dari Polsek Syiah Kuala,” tambahnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti, AP., M.Si., yang turut memantau jalannya Pilchiksung bersama Kapolsek Syiah Kuala, memastikan bahwa insiden tersebut tidak menghentikan proses demokrasi di Gampong Jeulingke.

“Pelaksanaan Pilchiksung tetap kami lanjutkan. Untuk TPS 2, diberikan kompensasi perpanjangan waktu selama 50 menit. Jika semula ditutup pukul 14.00 WIB, maka diperpanjang hingga pukul 14.50 WIB agar hak pilih masyarakat tetap tersalurkan,” tegas Ritasari.

Ia menekankan bahwa keselamatan pemilih dan integritas proses pemilihan menjadi prioritas utama. Menurutnya, langkah cepat yang diambil panitia dan aparat keamanan berhasil menjaga situasi tetap kondusif.

Dari total empat TPS yang tersebar di Gampong Jeulingke, hanya TPS 2 yang mengalami gangguan akibat perusakan kotak suara. TPS lainnya dilaporkan berjalan normal tanpa kendala berarti. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI