Beranda / Politik dan Hukum / Peneliti AS Prediksikan Potensi Pecahnya Aliansi Jokowi-Prabowo

Peneliti AS Prediksikan Potensi Pecahnya Aliansi Jokowi-Prabowo

Minggu, 03 Maret 2024 22:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Presiden Joko Widodo secara resmi menganugerahkan kenaikan pangkat secara istimewa kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki


DIALEKSIS.COM | Dunia - Salil Tripathi, seorang pengamat berbasis di New York, mengungkapkan proyeksi bahwa aliansi antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo berpotensi mengalami keretakan di masa mendatang. Pendapat ini diungkapkan dalam tulisannya di Foreign Policy (FP) berjudul 'Bagaimana Prabowo Akan Memimpin Indonesia?'.

Tripathi menjelaskan bahwa Prabowo tampaknya memperoleh dukungan yang kuat dari Jokowi, yang saat itu memiliki tingkat kepuasan publik yang tinggi, dengan menjadikan putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang juga menjabat sebagai Wali Kota Solo, sebagai calon wakil presidennya.

Namun, menurutnya, Prabowo mungkin melihat Gibran sebagai potensi ancaman politik di masa depan. Spekulasi muncul bahwa Gibran telah dipersiapkan untuk menjadi Presiden Indonesia suatu hari nanti.

"Jika Prabowo melihat Gibran sebagai ancaman, maka aliansi mereka mungkin akan berakhir," demikian yang diungkapkan dalam artikel tersebut, dikutip pada Minggu, (3/3/2024).

Tripathi menggambarkan Prabowo sebagai sosok yang tegas dan mudah tersinggung, berbeda dengan citra yang lembut yang diusung oleh Prabowo selama kampanye presidensial.

"Satu pertanyaan yang masih mengemuka adalah seberapa lama aliansi antara Prabowo dan Jokowi akan bertahan," tulisnya.

Meskipun Prabowo saat ini diuntungkan dengan dukungan dari Jokowi, Tripathi percaya bahwa Prabowo kini sudah meraih kemenangan dan tidak lagi bergantung pada Jokowi. Prabowo disebut memiliki kemampuan untuk melanjutkan agenda politiknya sendiri tanpa campur tangan dari pihak lain.

"Meskipun Prabowo tidak mungkin meraih kemenangan tanpa dukungan Jokowi, namun kini dia tidak lagi terikat padanya untuk memerintah," kata Tripathi.

Lebih lanjut, Tripathi meyakini bahwa masih ada banyak hal yang belum diketahui oleh publik mengenai hubungan antara Prabowo dan Jokowi. Seperti pertunjukan wayang kulit Jawa, banyak hal terjadi di balik layar yang tidak terlihat oleh mata publik.

"Kita hanya melihat sedikit dari apa yang terjadi di balik layar, dan apa yang terlihat mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan apa yang benar-benar terjadi," tambahnya. 

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda