DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP Partai Nanggroe Aceh (PNA), Nasruddin alias Nyak Dhien Gajah, menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Misbahul Munir atau yang akrab disapa Rahul sebagai Ketua Umum PNA periode 2026 - 2031 dalam Kongres II PNA yang berlangsung di Banda Aceh.
Menurut Nyak Dhien, terpilihnya Rahul menjadi momentum penting bagi PNA untuk melakukan konsolidasi dan membangun kembali kekuatan partai setelah menghadapi berbagai dinamika internal dalam beberapa tahun terakhir.
Kader militan PNA ini berharap kepemimpinan baru mampu membawa semangat perubahan sekaligus mengembalikan posisi PNA sebagai salah satu kekuatan politik yang diperhitungkan di Aceh. Karena itu, Rahul diminta segera bekerja dan menjalankan agenda pembenahan organisasi secara menyeluruh.
“Selamat kepada saudara Misbahul Munir yang telah dipercaya menjadi Ketua Umum PNA. Semoga di bawah kepemimpinan beliau, PNA bisa bangkit kembali dan menjadi partai yang semakin kuat,” kata Nyak Dhien kepada Dialeksis, Minggu, 9 Agustus 2026.
Sebagai kader yang telah lama berada di PNA, Nyak Dhien menilai tantangan terbesar yang dihadapi kepengurusan baru adalah menyatukan kembali seluruh elemen partai yang selama ini terpecah akibat berbagai perbedaan pandangan dan dinamika politik.
Menurutnya, PNA membutuhkan persatuan dan soliditas internal agar mampu menghadapi tantangan politik ke depan, termasuk persiapan verifikasi partai dan agenda Pemilu mendatang.
“Ketua yang baru harus tancap gas. Yang paling penting sekarang adalah mengakomodir semua kader yang selama ini terpecah-belah. Mari kita kembali bersama-sama membangun PNA,” ujarnya.
Nasruddin menegaskan, kebangkitan PNA tidak mungkin dilakukan hanya oleh pengurus pusat semata. Dibutuhkan keterlibatan seluruh kader, simpatisan, serta keluarga besar partai untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan dan memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
Ia optimis PNA dapat kembali memperoleh kepercayaan masyarakat apabila seluruh kader mampu meninggalkan perbedaan masa lalu dan fokus membangun partai secara kolektif. Karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk memberikan dukungan kepada kepemimpinan baru demi masa depan PNA yang lebih baik.
“Sekarang saatnya kita bersatu. Perbedaan yang pernah terjadi harus menjadi pelajaran. Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama membesarkan kembali PNA dan mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada partai ini,” pungkas Nyak Dhien.