Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Politik dan Hukum / Komdigi Tegaskan Video Serangan ke Presiden Hoaks, Pelaku Terancam UU ITE

Komdigi Tegaskan Video Serangan ke Presiden Hoaks, Pelaku Terancam UU ITE

Jum`at, 01 Mei 2026 21:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. [Foto: Dok Biro Pers Sekretariat Presiden]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengidentifikasi peredaran video di ruang digital yang memuat narasi fitnah, pembunuhan karakter, dan serangan personal terhadap Presiden RI.

Video tersebut diketahui diunggah oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat. Komdigi menegaskan bahwa konten dalam video itu tidak berdasar dan tergolong hoaks, fitnah, serta mengandung ujaran kebencian.

“Isi video tersebut merupakan narasi yang tidak memiliki dasar fakta dan merupakan upaya merendahkan martabat pimpinan tertinggi negara,” tulis Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, dalam siaran persnya, Jumat (1/5/2026).

Menurut Komdigi, penyebaran konten semacam itu tidak hanya mencederai etika ruang digital, tetapi juga berpotensi memicu provokasi dan menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat.

Pemerintah menekankan bahwa ruang demokrasi digital seharusnya menjadi wadah adu gagasan, bukan sarana untuk menyebarkan kebencian atau menyerang kehormatan individu.

Komdigi juga memastikan akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam produksi maupun distribusi video tersebut. Tindakan itu merujuk pada ketentuan dalam UU ITE No. 1 Tahun 2024, khususnya Pasal 27A dan Pasal 28 ayat (2) terkait penyebaran informasi bermuatan penghinaan dan ujaran kebencian.

“Setiap pihak yang secara sadar membuat, menyebarluaskan, atau mentransmisikan konten tersebut berpotensi melanggar hukum,” tegasnya.

Lebih lanjut, Komdigi mengajak masyarakat untuk menjaga ekosistem digital yang sehat, aman, dan produktif. Pemerintah bersama berbagai elemen masyarakat juga berkomitmen memperkuat literasi digital agar kebebasan berekspresi tetap berjalan seiring dengan tanggung jawab. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI