Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Politik dan Hukum / HT Ibrahim, Kader Demokrat yang Tumbuh dari Bawah dan Teruji Loyalitas

HT Ibrahim, Kader Demokrat yang Tumbuh dari Bawah dan Teruji Loyalitas

Senin, 09 Februari 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Anggota DPR RI HT. Ibrahim dan Ketua DPC Bireuen Zulfikar Apayub saat berkunjung dan mengantar bantuan untuk korban banjir di Kab. Bireuen. Foto: Humas DPC Demokrat Bireuen


DIALEKSIS.COM | Bireuen - Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bireuen, Zulfikar Apayub, menegaskan bahwa sosok H. T. Ibrahim adalah representasi kader sejati Partai Demokrat yang tumbuh melalui proses panjang, konsisten, dan penuh loyalitas sejak awal perjalanan reformasi politik di Aceh.

Menurut Zulfikar, rekam jejak politik H. T. Ibrahim tidak lahir secara instan. Ia merupakan produk kaderisasi internal partai yang dibangun dari bawah, ditempa melalui kerja nyata, dan dibesarkan oleh kepercayaan rakyat secara berkelanjutan.

“H. T. Ibrahim adalah kader yang tumbuh melalui proses panjang dan berjenjang sejak 2004. Beliau memulai dari bawah, mengabdi, bekerja, dan terus menjaga loyalitas terhadap Partai Demokrat. Ini adalah perjalanan politik yang tidak semua orang mampu menjalaninya,” ujar Zulfikar, Senin 09/02/2026.

Zulfikar memaparkan, perjalanan politik H. T. Ibrahim dimulai dari jabatan Ketua DPC Demokrat Aceh Besar, kemudian dipercaya sebagai Anggota DPRK, berlanjut dua periode sebagai Anggota DPRA, hingga kini mengemban amanah sebagai Anggota DPR RI. Seluruh tahapan tersebut, kata Zulfikar, mencerminkan proses kaderisasi yang utuh dan teruji.

“Beliau adalah bukti bahwa Partai Demokrat memberi ruang bagi kader yang bekerja, setia, dan berproses. Ini bukan soal jabatan, tetapi soal dedikasi dan pengabdian,” tegasnya.

Lebih lanjut, Zulfikar menilai kepercayaan rakyat yang terus mengalir kepada H. T. Ibrahim dari satu periode ke periode berikutnya tidak terlepas dari kinerja nyata dan kedekatannya dengan masyarakat. Menurutnya, mandat rakyat adalah indikator paling jujur dari kerja politik yang dirasakan langsung oleh konstituen.

“Bang Bram selalu mendapat mandat rakyat karena beliau hadir dan bekerja untuk rakyat. Kepercayaan itu tidak turun dari langit, tetapi dibangun melalui konsistensi, komitmen, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat,” kata Zulfikar.

Ia menambahkan, Partai Demokrat membutuhkan figur-figur yang mampu menjaga marwah organisasi, solid dalam barisan, serta patuh pada nilai dan mekanisme partai. Dalam konteks itu, H. T. Ibrahim dinilai sebagai contoh ideal kader yang mampu menyatukan loyalitas partai dan pengabdian kepada rakyat.

Zulfikar berharap, perjalanan politik H. T. Ibrahim dapat menjadi inspirasi bagi kader muda Demokrat di Aceh untuk tidak mencari jalan pintas, tetapi membangun kekuatan politik melalui kerja nyata, loyalitas, dan keberpihakan kepada rakyat.

“Partai besar dibangun oleh kader yang besar secara moral dan pengabdian. H. T. Ibrahim adalah salah satu contoh nyata dari proses itu,” pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI