Minggu, 14 Juni 2026
Beranda / Politik dan Hukum / Dek Gam Targetkan PAN Aceh Tembus Tiga Besar pada Pemilu 2029

Dek Gam Targetkan PAN Aceh Tembus Tiga Besar pada Pemilu 2029

Sabtu, 13 Juni 2026 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Pelantikan pengurus DPW PAN Aceh dan pengukuhan pengurus DPD PAN kabupaten/kota se-Aceh oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, di Balai Meuseuraya Aceh (BMA), Sabtu (13/6/2026). [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh, Nazaruddin Dek Gam, menegaskan komitmennya untuk membawa PAN kembali berjaya di Aceh dan menargetkan partainya menembus tiga besar pada Pemilu 2029.

Penegasan itu disampaikan usai pelantikan pengurus DPW PAN Aceh dan pengukuhan pengurus DPD PAN kabupaten/kota se-Aceh oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, di Balai Meuseuraya Aceh (BMA), Sabtu (13/6/2026).

"Hari ini saatnya di bawah pimpinan Dek Gam kita rebut kembali kemenangan itu. Siap? Jangan pernah ragu. Abeh ubee abeh," ujarnya.

Dalam sambutannya, Dek Gam memperkenalkan slogan abeh ubee abeh sebagai semangat baru PAN Aceh. Ia menjelaskan, frasa itu bukan sekadar ajakan bekerja habis-habisan, melainkan simbol tekad untuk menyelesaikan tugas politik dan pelayanan kepada masyarakat secara tuntas.

Menurutnya, makna slogan tersebut juga mencerminkan kesetiaan kader kepada partai dan kepemimpinan nasional PAN.

“Makna ‘abeh ubee abeh’ bukan sekadar penyelesaian saja. Ini semangat PAN Aceh untuk membuktikan kerja yang tuntas kepada masyarakat, setia kepada Ketum, dan menuju PAN yang lebih besar,” ujar Dek Gam.

Dek Gam mengungkapkan komposisi kepengurusan PAN Aceh saat ini didominasi wajah-wajah baru. Ia menyebut sekitar 80 persen pengurus merupakan pendatang baru yang selama ini menjadi pendukung loyalnya.

“Delapan puluh persen ini adalah pendatang baru. Delapan puluh persen ini adalah pendukung Dek Gam yang setia kepada Dek Gam. Jadi, kami PAN Aceh siap merebut kembali kejayaan PAN di Aceh,” katanya.

Menurut Dek Gam, masuknya banyak kader baru menjadi modal penting untuk memperluas basis dukungan PAN, terutama di kalangan anak muda dan komunitas akar rumput.

Dalam pidatonya, Dek Gam mengingatkan bahwa PAN pernah memiliki posisi kuat dalam politik Aceh. Ia menyinggung periode ketika PAN memiliki gubernur dan dua kursi DPR RI dari daerah pemilihan Aceh.

“PAN Aceh pernah punya gubernur, Pak Azwar Abubakar. PAN Aceh pernah mempunyai dua anggota DPR RI dari dapil Aceh. Tapi sudah lama kita berpuasa,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh kader bekerja maksimal menghadapi kontestasi politik mendatang dan menegaskan target tiga besar pada Pemilu 2029.

“Insyaallah PAN Aceh tembus tiga besar. Kita rebut semua pimpinan di kabupaten/kota dan di provinsi Aceh,” tegasnya.

Dek Gam juga menyoroti kehadiran ulama, tokoh masyarakat, pimpinan Muhammadiyah Aceh, akademisi, dan kader muda dalam acara tersebut. Ia menyebut dukungan moral dari para ulama dan generasi muda sebagai modal politik penting bagi PAN Aceh.

“Kami didukung oleh ulema, didukung oleh anak muda. Ini modal besar bagi kami untuk membesarkan PAN Aceh,” katanya.

Ia bahkan menyamakan strategi politik dengan “ilmu sepak bola”: tahu kapan menyerang, kapan bertahan, dan kapan memanfaatkan momentum untuk meraih kemenangan.

“Kami tahu kapan harus menyerang, kapan harus bertahan, dan bagaimana merebut kemenangan itu,” ucapnya.

Di hadapan Ketua Umum PAN dan jajaran pengurus pusat, Dek Gam menutup pidatonya dengan menegaskan loyalitas PAN Aceh kepada kepemimpinan partai serta optimisme menghadapi Pemilu 2029.

“Kita setia kepada Ketum. Jangan pernah ragu kepada kami. PAN Aceh siap bekerja dan siap memenangkan pertarungan politik ke depan,” pungkasnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI