Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Parlemen Kita / Rasmanudin Minta Penambahan Penerbangan ke Simeulue Demi Konektivitas dan Ekonomi

Rasmanudin Minta Penambahan Penerbangan ke Simeulue Demi Konektivitas dan Ekonomi

Kamis, 26 Februari 2026 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Ketua DPRK Simeulue, Rasmanudin H. Rahamin, SE, MM, meminta Pemerintah Aceh segera menambah volume penerbangan dari dan ke Kabupaten Simeulue. [Foto: Dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue, Rasmanudin H. Rahamin, SE, MM, meminta Pemerintah Aceh segera menambah volume penerbangan dari dan ke Kabupaten Simeulue guna memperkuat konektivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah kepulauan tersebut.

Permintaan itu disampaikan Rasmanudin dalam prosesi penerimaan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja Semester II Tahun 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Banda Aceh, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BPK Perwakilan Aceh, perwakilan Gubernur Aceh, Bupati Simeulue, Bupati Aceh Barat, Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ketua DPRK Aceh Barat, Ketua DPRK Aceh Tamiang, jajaran Komisaris, Direktur dan Pengawas PT Bank Aceh Syariah, serta sejumlah pejabat struktural dan fungsional dari Kabupaten Simeulue, Aceh Barat, Aceh Tamiang, dan lingkungan BPK Perwakilan Aceh.

Menurut Rasmanudin, penambahan frekuensi penerbangan merupakan kebutuhan mendesak mengingat tingginya mobilitas masyarakat Simeulue yang sangat bergantung pada transportasi udara, khususnya melalui Bandar Udara Lasikin sebagai akses utama keluar-masuk pulau.

“Keterbatasan frekuensi penerbangan selama ini berdampak pada lonjakan harga tiket, antrean panjang, dan terbatasnya akses masyarakat untuk keperluan mendesak seperti rujukan kesehatan, pendidikan, pemerintahan, hingga aktivitas perdagangan,” ujar Rasmanudin.

Ia menegaskan, sebagai daerah kepulauan terluar di barat Aceh, Simeulue memerlukan perhatian khusus dalam kebijakan konektivitas.

“Penambahan volume penerbangan bukan semata soal transportasi, tetapi juga soal keadilan pembangunan dan pemerataan pelayanan publik,” tegasnya.

Rasmanudin juga mendorong Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat melalui kementerian terkait untuk melakukan evaluasi terhadap jadwal serta kapasitas maskapai yang melayani rute Simeulue, terutama pada musim ramai dan kondisi darurat.

Menurutnya, peningkatan frekuensi penerbangan akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan sektor UMKM dan perdagangan lokal, peningkatan kunjungan wisata, kemudahan akses layanan kesehatan rujukan ke daratan Aceh, serta stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah kepulauan.

Sebagai kabupaten kepulauan yang strategis, Simeulue memiliki potensi besar di sektor perikanan, pariwisata bahari, dan ekonomi kreatif. Namun, keterbatasan konektivitas masih menjadi tantangan utama dalam mengoptimalkan potensi tersebut.

DPRK Simeulue berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, baik melalui penambahan jadwal penerbangan reguler maupun dukungan subsidi penerbangan perintis, guna memastikan keterhubungan Simeulue dengan wilayah lain di Aceh maupun secara nasional tetap terjaga. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI