Minggu, 31 Agustus 2025
Beranda / Parlemen Kita / Ketua ISMI Aceh Nurchalis Dukung Gagasan Aceh Berkiblat ke Malaysia

Ketua ISMI Aceh Nurchalis Dukung Gagasan Aceh Berkiblat ke Malaysia

Sabtu, 30 Agustus 2025 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Ketua ISMI Aceh, Nurchalis bersama Ketua Umum ISMI Pusat Dr.Ing.H.Ilham Habibie. Foto: doc Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Aceh - Ketua Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) Aceh, Dr (cand) Nurchalis, SP., M.Si, menilai ide Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) untuk menggeser arah orientasi pembangunan dan kerja sama ekonomi Aceh ke Malaysia sebagai langkah strategis yang perlu mendapat dukungan penuh.

Sebelumnya, Mualem menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh tengah menjajaki pembukaan jalur transportasi laut antara Lhokseumawe dan Penang. Ia bahkan sudah meninjau langsung kesiapan Pelabuhan Krueng Geukueh serta memberikan sejumlah catatan teknis kepada otoritas terkait untuk segera dibenahi.

Menurut Mualem, hubungan dagang dengan negeri jiran harus dihidupkan kembali, sebagaimana yang pernah dilakukan leluhur Aceh di masa lampau. Jika selama ini Aceh lebih banyak berkiblat ke Jakarta dan Medan, maka ke depan ia menilai saatnya Aceh mengalihkan arah ke Kuala Lumpur dan Penang.

“Kalau dulu kita berkiblat ke Medan dan Jakarta, kini kita berkiblat ke Kuala Lumpur dan Penang,” ujar Mualem saat membuka Aceh Perkusi 2025 di Monumen Samudera Pasai, Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Jumat (22/8/2025) malam.

Menanggapi gagasan tersebut, Nurchalis menekankan pentingnya Aceh memiliki orientasi ekonomi yang realistis dan berbasis kedekatan geografis. Menurutnya, Malaysia merupakan pintu gerbang yang lebih logis untuk memperkuat daya saing Aceh di kawasan regional.

“Secara historis dan geografis, Aceh memiliki ikatan kuat dengan Malaysia. Jalur perdagangan Aceh - Penang pernah menjadi urat nadi ekonomi di masa lalu. Karena itu, gagasan Mualem sangat relevan untuk kita hidupkan kembali. Dengan konektivitas laut yang memadai, Aceh bisa menjadi simpul penting perdagangan regional,” kata Nurchalis kepada Dialeksis saat dihubungi, Sabtu (30/08/2025).

Cutngoh sapaan akrab Nurchalis menambahkan, kebijakan ini juga akan membuka peluang besar bagi pengembangan sektor UMKM, industri kreatif, serta investasi langsung dari negeri jiran.

“Orientasi baru ini tidak berarti memutus hubungan dengan Jakarta atau Medan, tetapi memperluas cakrawala kerja sama ke arah yang lebih menguntungkan Aceh,” tegasnya.

Lebih jauh, Nurchalis kandidat Doktoral ini mengingatkan perlunya pemerintah memperkuat infrastruktur pendukung, regulasi perdagangan, serta kesiapan SDM agar Aceh benar-benar siap menyambut perubahan orientasi tersebut.

“Langkah ini jangan sekadar wacana. Pemerintah harus memastikan Pelabuhan Krueng Geukueh benar-benar berfungsi maksimal, prosedur ekspor - impor dipermudah, dan konektivitas logistik diperkuat. Hanya dengan begitu Aceh bisa memetik manfaat dari kedekatan dengan Malaysia,” tutup Nurchalis Ketua Fraksi NasDem di DPRA.


Keyword:


Editor :
Redaksi

perkim, bpka, Sekwan
riset-JSI
pelantikan padam
17 Augustus - depot
sekwan - polda
damai -esdm
bpka