Beranda / Parlemen Kita / Kenduri Tet Apam di Bulan Rajab, Lestarikan Kuliner Endatu Aceh

Kenduri Tet Apam di Bulan Rajab, Lestarikan Kuliner Endatu Aceh

Senin, 12 Februari 2024 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, mengadakan Kenduri Tet Apam dan Eksibisi Tet Apam untuk menyemarakkan bulan Rajab. Eksibisi ini diikuti sejumlah kawula muda yang peduli terhadap kuliner endatu Aceh tersebut. [Foto: dok. DPRK BNA]


DIALEKSIS.COM | Aceh - Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, mengadakan Kenduri Tet Apam dan Eksibisi Tet Apam untuk menyemarakkan bulan Rajab. Kegiatan berlangsung di rumah dinas Ketua DPRK Banda Aceh di kawasan Neusu Jaya, Kecamatan Baiturrahman, Minggu (11/2/2024).

Eksibisi ini diikuti sejumlah kawula muda yang peduli terhadap kuliner endatu Aceh tersebut. Dalam perhelatan itu, peserta berasal dari Asrama Putra dan Asrama Putri IMPM Mutiara Raya yang dibagi menjadi empat kelompok, laki-laki dan perempuan. Mereka membuat apam dalam jangka yang telah ditentukan kemudian diberi penilaian oleh dewan juri.

“Awalnya kita ingin ngumpul dan silaturahim dengan teman-teman di sela-sela kegiatan yang padat, sambil makan apam di bulan Rajab. Kemudian ada ide agar lebih meriah, maka kita ajaklah adik-adik dari Asrama IMPM Mutiara Raya untuk bisa memeriahkan kenduri apam dengan eksibisi. Alhamdulillah, para undangan sangat terhibur, sambil menunggu makan apam, kita bisa menyaksikan keahlian generasi milenial membuat apam,” jelas Farid.

Ia mengatakan, tet apam merupakan tradisi, budaya, dan warisan kuliner endatu Aceh yang telah dipraktikkan sejak zaman terdahulu. Sejak bulan Rajab masyrakat Aceh ramai-ramai membuat apam untuk dinikmati bersama keluarga dan dibagikan kepada para tetangga. Tak heran jika bagi orang Aceh bulan Rajab ini dikenal dengan sebutan buleun Apam.

“Di gampong-gampong, saat buleun Rajab ini masyarakat Aceh selalu memasak apam. Hari ini di antara kita ada yang tidak pulang kampung, tapi kita melepas rindu dengan menggelar tradisi warisan endatu kita sekaligus meningkatkan syukur kepada Allah dengan khanduri Apam,” katanya.

Farid juga mengajak pemuda Aceh agar terus mengajak untuk merawat tradisi yang berasal dari Pidie ini. Apalagi, tahun 2022 lalu apam telah masuk daftar warisan budaya tak benda (WBTB). Secara nasional namanya sudah dikenal.

“Mari kita lestarikan kuliner endatu ini sebagai upaya merawat warisan, khususnya bagi masyarakat dan generasi muda Pidie yang ada di mana saja,” ujarnya.

Ketua Kelompok Putroe Apam sekaligus pemenang dalam eksibisi itu, Zahratun Raihan, mengatakan, dirinya sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. Baginya hal itu merupakan salah satu cara mempromosikan makanan khas Pidie kepada generasi Aceh sekaligus merawat kuliner “keuneubah endatu Aceh” tersebut.

“Terima kasih kepada Pak Farid Nyak Umar yang telah menyelenggarakan kenduri dan eksibisi ini, karena hal ini dapat memotivasi diri kami sendiri agar terus merawat warisan endatu Aceh ini, terutama bagi generasi milenial,” pungkasnya.[*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda