DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Mazdaq Pravda Beumulia, berhasil menoreh prestasi membanggakan pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate FORKI Aceh 2026 Piala Bupati dan Wakil Bupati Pidie. Siswa kelas II SMA Negeri 1 Banda Aceh ini berhasil meraih medali emas pada event yang berlangsung di Sigli, Kabupaten Pidie tersebut.
Pravda memastikan gelar juara setelah memenangi partai final Kumite Perseorangan Putra kelas -55 kilogram yang digelar pada Sabtu, 19 Juli 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Pravda. Meski sebelumnya pernah meraih medali emas pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), ia mengaku kemenangan di Kejurda FORKI Aceh kali ini memberikan kebanggaan tersendiri.
"Senang, bahagia, dan bangga terhadap diri sendiri. Saya pernah meraih emas di O2SN, tetapi yang paling membahagiakan adalah emas pada Kejurda FORKI Aceh ini," kata Pravda kepada Dialeksis, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, medali emas tersebut memiliki arti penting sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengejar prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.
"Emas ini saya persembahkan untuk diri sendiri, keluarga, pelatih, dan seluruh orang yang telah mendukung saya," ujarnya.
Untuk mencapai hasil tersebut, Pravda mengaku telah menjalani latihan intensif selama enam bulan terakhir jelang kejuaraan berlangsung.
Ia mengungkapkan tantangan terbesar yang dihadapi bukan berasal dari lawan di arena pertandingan, melainkan menjaga kedisiplinan dalam membagi waktu antara latihan dan pendidikan.
"Tantangan paling besar adalah disiplin. Saya harus latihan tiga kali sehari, sementara sekolah juga tidak boleh ditinggalkan," kata putra pasangan Mulyadi dan Nisha ini.
Pravda menyebut dukungan keluarga dan pelatih menjadi faktor utama yang membantunya meraih prestasi tersebut. Ia pun memasang target yang lebih tinggi setelah sukses di tingkat daerah.
"Target selanjutnya bisa tampil di Olimpiade dan World Karate Federation (WKF). Selain itu, saya juga ingin bisa tampil di PON," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Pravda berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada atlet-atlet daerah, terutama dalam penyediaan dukungan sarana dan prasarana saat mengikuti berbagai kejuaraan.
"Saya berharap pemerintah dapat mendukung atlet-atlet daerah ketika bertanding, baik dari sisi sarana maupun prasarana," katanya.
Dukungan penuh terhadap perjalanan Pravda juga datang dari sang ayah, Mulyadi. Ia mengatakan bakat putranya dalam olahraga karate sudah terlihat sejak usia dini.
"Bakatnya telah terlihat sejak Pravda masih kecil. Sepanjang yang ditekuni itu positif, saya akan terus mendukungnya," ujar Mulyadi.
Keberhasilan Pravda meraih medali emas di Kejurda FORKI Aceh 2026 menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, serta dukungan keluarga dan pelatih mampu melahirkan atlet-atlet muda berprestasi yang berpotensi mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional maupun internasional. [arn]