Beranda / Gaya Hidup / Olah Raga / Surga Menanti Manchester City, Paska Lewati Neraka

Surga Menanti Manchester City, Paska Lewati Neraka

Senin, 22 Februari 2021 23:15 WIB

Font: Ukuran: - +

 (AP/Jon Super)


DIALEKSIS.COM | Olahraga - Manchester City berhasil mengalahkan Arsenal dan kini makin melaju kencang di jalan bebas hambatan menuju juara Liga Inggris.

Manchester City menjalani laga berhasil mengakhiri duel lawan Arsenal dengan kemenangan tipis 1-0. Meski hanya menang tipis, fakta terpenting bagi Ilkay Gundogan dan kawan-kawan tentu raihan tiga poin yang kembali mereka bawa pulang.

Walaupun Man City sulit melahirkan gol kedua akibat performa gemilang Bernd Leno, gol Raheem Sterling di awal laga yang tidak bisa dibalas oleh Pierre Emerick Aubameyang dan kawan-kawan sudah bisa membuat Pep Guardiola tersenyum lebar seusai pertandingan.

Kemenangan atas Arsenal membuat Manchester City makin difavoritkan untuk jadi juara Liga Inggris musim ini. Tambahan tiga angka dari Stadion Emirates membuat Manchester City tetap memiliki selisih 10 poin atas Manchester United dan Leicester City.

Liga Inggris yang masih sulit ditebak pemenangnya di bulan Januari kini makin bisa diramal banyak orang. Performa apik Manchester City ditambah inkonsistensi tim-tim lain membuat Phil Foden dan kawan-kawan jadi kandidat paling kuat pemenang Liga Inggris musim ini.

Setelah memimpin klasemen di akhir Januari, Manchester City lalu dihadapkan duel-duel berat di bulan Februari. Hal itu pula yang membuat persaingan Liga Inggris diyakini masih sengit hingga akhir musim.

Namun nyatanya semua tampak mudah bagi 'The Citizens'. Liverpool, Tottenham Hotspur, Everton, dan Arsenal yang jadi musuh Man City di Februari tak kuasa membendung keperkasaan skuat Guardiola. Pun begitu halnya dengan Burnley yang dihadapi lebih dulu oleh Man City di awal Februari.

Dalam rangkaian empat duel beruntun melawan tim-tim besar, Man City mampu menyarangkan 11 gol dan hanya kebobolan dua gol. Arsenal jadi satu-satunya tim yang kalah tipis karena tiga tim lainnya tumbang dengan selisih dua gol atau lebih.

Bulan Februari yang sempat diprediksi bisa menjegal Man City ternyata tidak memberikan luka apapun pada mereka.

Man City Jauh dari Masalah

Melihat penampilan Manchester City selama bulan Februari, mereka sudah jadi tim yang paling solid musim ini. Setelah terseok-seok di awal musim, Man City tak lagi mengalami penurunan di Liga Inggris.

Man City terus melaju dan ngebut dalam perburuan gelar juara. Hal itu bisa dibuktikan dengan 13 kemenangan beruntun plus tak terkalahkan dalam 17 laga terakhir (15 menang, dua imbang).

Masalah terbesar Man City, yaitu ketiadaan Sergio Aguero di paruh awal musim plus melempemnya Gabriel Jesus, sudah bisa ditangani Guardiola dengan baik.

Phil Foden dan Ilkay Gundogan yang mendapat menit bermain lebih banyak musim ini membuktikan bahwa mereka bisa diandalkan. Belum lagi performa apik dari Raheem Sterling dan Riyad Mahrez yang selalu memberikan ancaman dari sisi lapangan.

Umpan panjang Ruben Dias mendarat di kaki Mahrez yang kemudian memberikan assist pada Sterling di awal laga.

Man City tinggal satu kali lagi menghadapi jadwal berat di Februari yaitu melawan West Ham United yang juga tengah melejit di papan atas Liga Inggris saat ini.

Selepas Februari, Man City dinanti jadwal yang terbilang ringan. Dari sisa 12 laga di Liga Inggris, Man City hanya tinggal menghadapi Manchester United, Leicester City, Chelsea, dan Everton yang tergolong tim tangguh di Liga Inggris musim ini.

Manchester City memang hanya tinggal menghadapi empat tim besar selepas Februari berakhir. Namun bukan berarti mereka akan benar-benar mulus melaju dalam merebut gelar Liga Inggris.

Manchester City adalah tim yang masih memiliki peluang meraih empat gelar musim ini. Mereka berada di final Piala Liga, masih bertahan di Piala FA, dan siap bertarung di 16 besar Liga Champions.

Rangkaian jadwal padat ini yang bakal kembali jadi ujian konsistensi bagi Manchester City. Mereka harus siap untuk bertanding tiap 3-4 hari sekali.

Bila hanya mengkhususkan jadwal Liga Inggris, jelas Man City tengah dinanti surga berupa trofi juara. Namun masalah bisa muncul seiring ketatnya kompetisi jelang akhir musim.

Di pekan ini, Man City harus bertandang ke Hungaria untuk menghadapi Borussia Moenchengladbach di leg pertama 16 besar Liga Champions. Setelah itu, mereka sudah dinanti West Ham di Liga Inggris.

Usai laga lawan West Ham, Man City harus berlaga lawan Wolberhampton dan derby lawan Manchester United pada 7 Maret. Dalam dua pekan ke depan, Man City sudah dinanti empat laga sengit.

Hal itu terus berlanjut di pekan-pekan berikutnya. Pada 16 Maret, Man City menjamu Moenchengladbach dengan bayang-bayang persiapan duel lawan Everton di Piala FA empat hari kemudian.

Fase itu sangat penting bagi Man City karena mereka bisa saja kehilangan peluang meraih dua gelar hanya dalam kurun waktu lima hari.

Keberuntungan bagi Man City, mereka punya selisih 10 poin di Liga Inggris sehingga dari segi mental, skuat Guardiola sedang di atas angin. Mereka tak berada dalam tekanan harus terus-menerus menurunkan kekuatan terbaik untuk meraih kemenangan.

Selisih 10 poin itu pula yang bisa jadi tabungan saat Manchester City melakukan kesalahan dan gagal menang di laga penting di sisa musim.

Dengan ambisi besar memenangkan Liga Champions, Guardiola tentu bakal mengutamakan ajang tersebut. Guardiola bakal menyimpan sejumlah pemain yang dinilai kelelahan dan berpotensi cedera.

Cedera pemain adalah ancaman terbesar Man City di pengujung musim ini. Cedera paling dikhawatirkan Man City tentunya adalah cedera di lini belakang karena John Stones dan Ruben Dias sudah menjelma jadi duet tangguh yang sulit ditembus lawan.

Asa meraih empat trofi juara musim ini bakal terus coba dijaga oleh skuat Guardiola hingga musim berakhir. Meski impian tersebut masih perlu melalui banyak ujian, terutama di Liga Champions dan Piala FA.

Namun untuk Liga Inggris, Man City saat ini jelas jauh di atas angin dan sulit dikejar oleh tim-tim pesaing [cnnindonesia.com].

Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda