Beranda / Gaya Hidup / Olah Raga / Jepang Mulai Perketat Bandara Cegah Corona Menjelang Olimpiade

Jepang Mulai Perketat Bandara Cegah Corona Menjelang Olimpiade

Selasa, 29 Juni 2021 21:30 WIB

Font: Ukuran: - +


Ilustrasi suasana kota Tokyo, Jepang, menjelang pelaksanaan Olimpiade. (Foto: AP/Eugene Hoshiko)


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, menyatakan mereka harus memperketat pengawasan di seluruh bandara supaya tidak kecolongan kasus virus corona (Covid-19) menjelang pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2021.

Hal itu disampaikan Suga setelah seorang anggota kontingen Olimpiade dari Uganda, yakni seorang pelatih, positif corona saat tiba di Bandara Narita. Saat ini yang bersangkutan menjalani karantina.

Meski begitu, pemerintah Jepang membolehkan sembilan anggota kontingen Uganda untuk melanjutkan perjalanan ke lokasi pertandingan di Osaka sejauh 500 kilometer.

"Pengawasan perbatasan saat ini memang belum cukup, meski sudah ketat tetapi masih banyak yang harus diperbaiki," kata Suga, dalam jumpa pers di Tokyo, seperti dilansir Associated Press, Selasa (29/6).

Sekretaris Kabinet Jepang, Katsunobu Kato, menyatakan mereka menerapkan persyaratan baru bagi para kontingen atlet Olimpiade yang berasal dari negara-negara yang mengalami penyebaran virus corona varian delta.

Persyaratan itu adalah mereka wajib menjalani tes virus corona setiap hari selama tujuh hari sebelum keberangkatan. Mereka juga diminta terus melakukan tes corona selama 14 hari setelah tiba, dan juga melakukan isolasi selama tiga hari saat tiba.

Kasus yang dialami kontingen Uganda memperlihatkan pengawasan kesehatan di Jepang masih bisa ditembus. Hal itu menambah kekhawatiran karena Olimpiade bakal digelar pada 23 Juli mendatang.

"Pemeriksaan di bandara sangat penting. Tidak peduli apapun protokol pencegahan yang dipakai, orang yang terinfeksi bisa masuk dan hal itu tak bisa dihindari," kata Presiden Komite Olimpiade Jepang, Yasuhiro Yamashita.

Kendati tidak ada ledakan kasus Covid-19, Jepang tetap khawatir dengan penyebaran varian yang lebih mudah menular.

Kaisar Jepang Naruhito disebut khawatir dengan penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo yang berpotensi meningkatkan kasus Covid-19.

"Yang Mulia sangat mengkhawatirkan situasi infeksi penyakit Covid-19 saat ini. Saya kira [kaisar] prihatin ada suara kegelisahan dari masyarakat mengenai penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade bisa memunculkan lonjakkan infeksi," ucap Badan Rumah Tangga Kekaisaran Jepang, Yasuhiko Nishimura. (CNN Ind)

Keyword:


Editor :
Alfatur

riset-JSI
Komentar Anda