demokrat muslim
Beranda / Berita / Nasional / Temukan Kejanggalan, Polisi Telusuri Aliran Dana Mobil Milik Keluarga yang Tewas di Kalideres

Temukan Kejanggalan, Polisi Telusuri Aliran Dana Mobil Milik Keluarga yang Tewas di Kalideres

Rabu, 16 November 2022 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +


Rumah korban tewas yang terdiri empat orang merupakan sanak saudara, dipasang garis polisi di Perumahan Citra Satu Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (11/11/2022). [Foto: Antara]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Polda Metro Jaya menelusuri aliran dana dari penjualan mobil milik keluarga yang tewas di Kalideres, Jakarta barat. 

Mobil itu dijual oleh Budiyanto Gunawan, yang juga merupakan satu dari empat korban tewas seharga Rp160 juta ke sebuah showroom di Kalideres.

"Kita masih dalami semuanya," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Rabu (16/11/2022).

Sejauh ini kepolisian masih mendalami aliran dana dalam rekening yang ditemukan. Pasma belum mau membeberkan lebih rinci dan menyatakan penyelidikan masih berlangsung.

Sebelumnya, polisi telah menemukan mobil milik keluarga Kalideres yang tewas. Mobil itu tak ada di rumah saat empat anggota keluarga ditemukan tak bernyawa.

Mobil jenis Honda Brio itu dijual oleh sang paman, Budiyanto Gunawan, yang juga tewas di dalam rumah bersama tiga orang lainnya. Mobil itu dijual ke sebuah showroom di Kalideres pada Januari lalu seharga Rp160 juta.

Terpisah, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pasma Royce menyampaikan bahwa dalam perkara ini pihaknya turut menemukan dan mengamankan beberapa buku tabungan.

"Beberapa buku tabungan ada, tapi bukan atas nama Budyanto. Masih kita dalami semuanya, masih dalam penyelidikan," ujarnya.

Penemuan satu keluarga tewas di dalam rumah terjadi pada 10 November lalu. Empat orang ditemukan tak bernyawa di dalam rumah di Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat.

Hingga kini, polisi belum mengungkap penyebab kematian korban. Namun, dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda kekerasan dan ditemukan fakta keempat jasad itu sudah lama tidak mendapat asupan makanan maupun minuman.

Di tengah proses penyelidikan, muncul isu bahwa keluarga itu diduga menganut paham apokaliptik. Namun, polisi belum bisa menyimpulkannya sebab proses penyelidikan masih berjalan.(CNN Indonesia)


Keyword:


Editor :
Akhyar

dispora, ksp, perpadi
Komentar Anda