Beranda / Berita / Nasional / Ratusan Triliun Dana Desa Menumpuk di Rekening Daerah

Ratusan Triliun Dana Desa Menumpuk di Rekening Daerah

Kamis, 19 Desember 2019 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Keuangan mengungkapkan, alokasi anggaran yang diperuntukkan bagi daerah atau desa, dalam bentuk Transfer ke Daerah dan Dana Desa, mandek di rekening kas umum daerah. Alokasi anggaran tersebut belum dimanfaatkan dan masih menumpuk hingga saat ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, hingga 30 November 2019, realisasi TKDD telah mencapai Rp752,8 triliun atau telah mencapai 91,1 persen dari target yang dicantumkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2019 sebesar Rp826,8 triliun.

Namun begitu, lanjut dia, besaran dana tersebut masih mandek di rekening kas umum daerah mencapai Rp230 triliun dan belum dimanfaatkan sama sekali untuk program-program pembangunan daerah. Padahal telah hampir mendekati akhir 2019.

"Kami sebetulnya dalam posisi terus perhatikan dan mengawasi daerah-daerah karena meski kita sudah transfer cukup banyak tapi di daerah account simpanan rekening daerah capai Rp230 triliun, jadi kita transfer ke daerah berhentinya di account," tutur Sri di kantornya, Jakarta, Kamis, 19 Desember 2019.

Dikutip VIVAnews, untuk dana daerah, kata Sri, telah di transfer oleh pemerintah hingga akhir November 2019 sebesar Rp63,6 triliun, atau telah mencapai 90,9 persen dari target 2019 sebanyak Rp70 triliun. Namun begitu, lagi-lagi pemanfaatan dana tersebut belum maksimal dilakukan pemerintah.

Dia membuktikan hal itu dapat dilihat dari realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik yang mengalami kontraksi dibanding capaian tahun lalu. Pada 30 November 2019 realisasinya sebesar Rp47,8 triliun sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp51,4 triliun.

"DAK fisik masih kontraksi sedangkan DAK non fisik bisa tumbuh, jadi kelihatan yang kita eksekusi fisik di daerah enggak kuat. Bukan masalah uangnya (enggak ada), tapi tertahan di account, ketika membangun tidak cepat, ini persoalan fundamental yang harus kita hadapi," katanya.

Keyword:


Editor :
Zulkarnaini

riset-JSI
Komentar Anda