DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah resmi memperluas penggunaan vaksin Heksavalen dalam Program Imunisasi Nasional untuk memperkuat perlindungan kesehatan anak dari penyakit menular berbahaya. Implementasi awal telah dimulai Oktober 2025.
Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan Indri Yogyaswari mengatakan vaksin Heksavalen melindungi anak dari enam penyakit sekaligus dan menggantikan pemberian terpisah DPT-HB-Hib serta IPV, tanpa mengubah jadwal imunisasi rutin pada usia 2, 3, dan 4 bulan.
“Vaksin kombinasi ini mengurangi jumlah suntikan sehingga lebih nyaman bagi anak dan orang tua, sekaligus diharapkan meningkatkan cakupan imunisasi,” ujar Indri.
Tahap awal telah diterapkan di sembilan provinsi, termasuk DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan wilayah Papua, sebelum diperluas secara nasional mulai 2026. [in]